“Semua PHK dilakukan bulan pada Mei ini," kata Eddy Widjanarko, Ketua Umum (Ketum) Aprisindo pada Sabtu (2/5/2020).

TANGERANG (Eksplore.co.id)-Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan dua tahap oleh Shyang Yao Fung terhadap 2.500 pekerjanya. Namun, asosiasi ini tidak mengetahui tanggal dan jumlahnya pada setiap tahap.

“Semua PHK dilakukan bulan pada Mei ini,” kata Eddy Widjanarko, Ketua Umum (Ketum) Aprisindo pada Sabtu (2/5/2020).

Rencana PHK oleh Shyang Yao Fung telah diketahui oleh Aprisindo yang akan dilakukan perusahaan itu sebelum terjadi pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

Karena, perusahaan ini akan merelokasi pabrik dari Tangerang ke Jawa Tengah (Jateng).

Menyoal PHK dilakukan akibat pandemi Covid-19 tidak disebutkan Shyang Yao Fung secara tegas. Sebab, sebelum dilakukan kebijakan ini social distancing (menjaga jarak) dilakukan perusahaan ini selama pandemi Covid-19. “Banyak pemikiran, akhirnya pengusaha putuskan PHK,” ujarnya.

Dengan demikian Shyang Yao Fung diketahui Aprisindo telah membayar gaji pekerja. Tidak disebutka apakah itu yang dimaksud pesangon kerja.

Shyang Yao Fung telah memproduksi sepatu di Tangerang selama dua tahun. Perusahaan ini diklaim mencapai perkembangan di sana. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini