Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menolak pemecatan dirinya yang direkomendasikan oleh Dewan Etik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA (Ekploreco.id)-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menolak pemecatan dirinya yang direkomendasikan oleh Dewan Etik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena, dia merasa diadili secara berlebihan atas kesalahan pernyataannya bahwa perempuan bisa hamil di kolam renang. “Saya tidak memahami, kesalahan yang saya lakukan masuk dalam kategori apa?” katanya pada Sabtu (25/4/2020).

Pimpinan KPAI dinilai tidak mampu mengelola konflik di KPAI tanpa menyebutkan konflik yang dimaksudnya. Komisi ini juga tidak memiliki standar prosedur di tingkat internal atas masalah etik, sehngga proses internal yang terjadi tidak memiliki rujukan dan aturan main.

Dengan demikian Sitti akan membenahi KPAI dari oknum-oknum yang dianggap hanya mempertontonkan syahwat kekuasaan saja. “Selepas pembenahan ini, saya sendiri yang akan mengantar surat permohonan pengunduran diri kepada Bapak Presiden,” tukasnya.

Saat ini Sitti menganggap dirinya masih aktif sebagai Komisioner KPAI, jadi dia dapat memberikan perlindungan anak pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona).

Sekedar informasi, Dewan Kode Etik KPAI telah memberhentikan Sitti Hikmawatty dari jabatannya sebagai anggota komisi itu secara tidak hormat. Sebab, dia dinilai telah melanggar kode etik pejabat publik terkait dengan pernyataannya berupa perempuan dapat hamil di kolam renang.

Apalagi, pernyataan Sitti dinilai Dewan Etik KPAI tidak hanya berdampak negatif bagi dirinya saja, tetapi ini juga terhadap KPAI serta bangsa dan negara.

“Rapat Pleno KPAl memutuskan mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk memberhentikan tidak dengan hormat Komisioner Terduga, Dr. Sitti Hikmawatty, dari jabatannya sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia,” kata Ketua Dewan Etik KPAI, I Dewa Gede Palguna dalam surat keputusan Dewan Etik KPAI nomor 01/DE/KPAI/111/2020 tertanggal Kamis (23/4/2020). (mam)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here