BANDUNG (Eksplore.co.id) – Kolonel (purnawirawan) Sugengwaras telah bersiap diri jika sewaktu-waktu diciduk polisi. Hal itu menjawab ancaman Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo yang akan melaporkan dirinya ke polisi.

Sulaksono menuding Sugengwaras telah memprovokasi rakyat untuk melawan pemerintahan Jokowi melalui tulisan dan unggahan videonya melalui media sosial. Dia juga menuding pensiunan Koppasus itu tidak berkontribusi membantu pemerintah mengatasi pandemi covid-19. Tapi lebih sibuk menggalang pembebasan Ruslan Buton.

Sugengwaras mengaku prihatin dengan situasi negeri ini yang penuh tindak ketidakadilan pemerintah terhadap rakyatnya. Seperti mengimpor ratusan bahkan mungkin ribuan tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok sementara ribuan bahkan jutaan warga kita menganggur. Lalu, komunisme dibiarkan bangkit lagi.

Dalam keterangannya, Sugengwaras menyatakan akan mematuhi dan mengikuti proses hukum, selama proses hukum itu dilakukan dengan benar. “Selamat kita bertemu di polisi, di sana kesempatan kita yang baik untuk berdialog positif dan membangun tata kehidupan negara dan bangsa,” kata Sugeng.

Sebaliknya, “Saya minta juga saudara harus bertanggung jawab menghadapi resiko, jika kelak aku berhasil membongkar diri anda.
Aku merasa nggak pernah bertemu dan berhubungan dengan anda. Siap siap menghadapi tuntutan balik saya,” kata Sugeng lagi.

Tak mudah mencari yang namanya Sulaksono Wibowo. “Silahkan penegak hukum…panggil saya…saya pasti datang, dan nampaknya saya akan bisa meringkus dan memenjarakan saudara Sulaksono Wibowo ini. Mungkinkah, ini awal ditabuhnya genderang perang melawan para pelanjut PKI?,” ungkap Sugeng mengakhiri penjelasannya. (BS)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini