“Apabila tidak ada hukuman yang jelas bagi pelanggar PSBB, maka pelanggaran akan terus meningkat, karena tidak memiliki efek jera,” kata Wali Kota (Walkot) Tangsel Airin Rachmi Diany dalam acara diskusi di akun Youtube Medcom.di, Minggu (26/4/2020).

TANGERANG SELATAN (eksplore.co.id)-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berpendapat kenaikan penularan Corona Virus Disease 2019.Covid-19 (Virus Korona) kurang dapat dicegah dengan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Karena, pelanggaran ini tidak dikenakan sanksi hanya sebatas sosialisasi yang persuasif. “Apabila tidak ada hukuman yang jelas bagi pelanggar PSBB, maka pelanggaran akan terus meningkat, karena tidak memiliki efek jera,” kata Wali Kota (Walkot) Tangsel Airin Rachmi Diany dalam acara diskusi di akun Youtube Medcom.di, Minggu (26/4/2020).

Bahkan, orang yang semula tidak melanggar PSBB dikhawatirkan akan melakukannya. Sebab, dia diperkirakan akan bosan menjalankan aturan PSBB.

Menyoal pengenaan sanksi yang merujuk Undang-undang (UU) Kesehatan Nomor 6 tahun 2018 Pasal 93 berupa hukum pidana dan denda Rp100 juta dijawab Airin tidak tepat untuk pelanggaran PSBB.

Bahkan, sanksi ini dinilai kurang tegas untuk mendispilinkan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menangani pandemi Covid-19 secara bersama. Jadi, sanksi yang diterapkan berupa surat pernyataan harus dibuat oleh warga yang melanggar ketentuan PSBB.

“Saya ingin sistem yang memberikan hukuman dengan tegas bagi pelanggar PSBB,” jelasnya. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini