“Para penumpang KA Luar Biasa yang dikarantina itu merupakan pelanggar Pergub Nomor 47 Tahun 2020, lantaran tidak punya SIKM,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat Erizon Safari, Jumat (29/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat (Jakpus) menyatakan penumpang kereta api (KA) Luar Biasa tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta harus melakukan pemeriksaan Covid-19 di rumah sakit (RS) swasta dengan biaya sendiri.

Karena, alat tes Covid-19 yang dimiliki RS pemerintah sangat terbatas. “Para penumpang KA Luar Biasa yang dikarantina itu merupakan pelanggar Pergub Nomor 47 Tahun 2020, lantaran tidak punya SIKM,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat Erizon Safari, Jumat (29/5/2020).

Walaupun demikian, Erizon mengakui penumpang KA Luar Biasa yang tidak memunyai SIKM tidak berarti terinfeksi Covid-19. Namun, mereka hars menjalani karantina.

“Kalau belum punya status atau keterangan kesehatannya (bebas Covid-19), baru kami wajibkan mereka melakukan swab test dengan biaya mandiri, atau kami minta pulang kembali ke wilayahnya,” ujarnya,

Sebelumnya, dua dari 40 penumpang KA Luar biasa yang datang ke Jakarta melalui Stasiun Gambir pada Kamis (28/5/2020) tidak memiliki SIKM. Mereka diarahkan petugas menjalani karantina di GOR Gambir yang direkomendasikan oleh Gugus Tugas Covid-19. (mam)

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini