Bang, Surat terbukaku yang pertama, telah Abang baca dan pahami, terima kasih!

Juga surat balasan Abang, telah kubaca, meskipun esensinya tak menyentuh jantung pertanyaan dan permohonanku.
Namun aku masih bisa menangkap niat baik Abang, bahwa Abang sebagai pejuang, bekerja untuk rakyat dan negara.

Namun betapa menyesalnya adikmu..
Ketika aku melihat divideo, hari Selasa tanggal 31 Maret 2020, ada 39 WNA asal Tiongkok, masuk ke PT BAI ( Bintan Alumina Indonesia ) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, melalui pelabuhan Bulanglinggi, Tanjung Uban.

Ke 39 WNA Tiongkok itu, rencananya akan dipekerjakan di PT BAI, dibawa oleh dua kapal cepat, yakni Lagoi Expres dan SB Lagoi Ekspres 9, dari pelabuhan Telaga Punggur Batam dan sandar di pelabuhan Bulanglinggi pukul 11.00 WIB.

Jika hal ini benar, adikmu minta penjelasan.
Kenapa di saat keadaan negara seperti sekarang, dimana ada penetapan Keadaan Darurat Sipil oleh Presiden Jokowi yang menuai banyak komentar-komentar negatif dari berbagai kalangan elemen masyarakat, atas penetapan Darurat Sipil itu.

Di saat yang sama, justru ada pendatang WNA Cina yang diduga sebagai pendatang baru, sedangkan sebelumnya oleh presiden telah dikeluarkan surat pernyataan tentang larangan / penolakan terhadap pendatang asing yang masuk ke Indonesia, termasuk Cina, karena pertimbangan kesehatan / keselamatan Warga Negara Indonesia menghadapi Covid-19.

Bahkan saya memperoleh informasi, rapat Lock Down terkait COVID – 19, juga dikantor Abang.

Dalam kesempatan ini pula, perlu saya sampaikan Abang khususnya tentang Rancangan Undang Undang Omnibus Law.

Banyak masyarakat termasuk saya berpendapat, bahwa RUU Omnibus Law cacat hukum secara Yuridis, Filosofis dan Sosiologis.

Secara yuridis kelahiran RUU Omnibus Law lahir haram, karena terkesan sangat tergesa gesa, yang perumusannya melalui rapat secara sangat terbatas.

Secara filosofis menguntungkan investor disatu sisi dan merugikan bangsa dan negara di sisi lain.

Secara sosiologis, tidak ada pembuatan naskah akademik yang disosialisasikan, sehingga sebagian besar masyarakat tidak mengerti dan tidak jelas arah dan maksud tujuannya.

Yang mengkhawatirkan, beaya anak-anak dari perjuangan dan pengorbanan orang tua, kelak akan sia-sia, karena telah didahului para tenaga kerja asing, baik dalam lapangan kerja maupun masuk pasar.

Di samping itu terdapat beberapa pasal yang dirasa merugikan kita, seperti penghapusan sertivikat halal, penghapusan cuti nikah, cuti hamil, cuti melahirkan dan cuti kematian keluarga, kemudahan proses perijinan dan amdal perusahaan asing, penghapusan subsidi bagi pribumi, kontrak kerja / out shoursing, pemangkasan peraturan daerah oleh peraturan pemerintah yang bisa mengganti undang undang, pemusatan aturan yang berorentasi pusat, sehingga menempatkan kekuasaan presiden absolut, dan pembatasan hak hak wartawan.

Juga tentang rencana pemindahan Ibu Kota Negara Baru, yang terkesan mengikuti skenario asing, yang berdampak kepada geostrategi dan geopolitik yang merugikan dan membahayakan keamanan dan keselamatan bangsa Indonesia dan dipandang tidak prioritas.

Dari hal-hal di atas, telah mengundang reaksi reaksi negatif sebagian besar masyarakat, yang dapat menimbulkan ketidakmengertian, ketidakjelasan, kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan berkesimpulan menolak.

RUU OMNIBUS LAW dan pemindahan IBU KOTA NEGARA Baru

Apa bila, hal di atas tidak ada penjelasan konkrit, benar dan jujur, akan memberikan dampak lebih luas. Oleh karenanya, tolong penjelasan dari Abang secara benar, jelas dan tegas, agar bisa menjadi pegangan masyarakat untuk bersikap dan bertindak selanjutnya.
Benar atau keliru jawaban Abang, akan terbukti kelak di lapangan.

Abangku Luhut Binsar Panjaitan..
Tolong jauhkan pikiran abang, yang menilai atau beranggapan, adikmu sedang cari panggung, dalam kesempatan yang kurang tepat.

Karena seperti saya tulis pada surat sebelumnya, adikmu adalah salah seorang warga negara yang peka dan peduli, yang terus-menerus mengawal dan mengawasi segala kebijaksanaan Abang yang menyangkut kepentingan rakyat dan negara.

Dengan menyadari apa dan siapa saya, saya serahkan sepenuhnya tanggapan abang terhadap saya.

Dan adikmu SUGENGWARAS tak akan pernah menjilat ludah sedikitpun, sebagai PENANTANG PERTAMA terhadap kebijaksanaan abang yang tidak sesuai aspirasi dan suara rakyat yang baik, apapun resikonya.

Sekali lagi, inilah sikap adikmu SUGENGWARAS, yang dengan tulus, tetap mencintai dan menghormati Abang, lebih-lebih terhadap almamater kita, bangsa dan negara.

Semoga Abang memberikan kabar terbaik, untuk adikmu khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Salam hormat, untuk Abangku dan keluarga, semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa…aamiin…!!!
Allohu Akbar…..!!!
Merdeka…!!!

Bandung, Rabu, 1April 2020

Sugengwaras, purn TNI AD, Ketua APIB Jabar

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini