Jakarta, (Eksplore.co.id) – Sejak diterbitkannya Undang – Undang No 6 Tahun 2014 tentang desa, peran dan fungsi desa memiliki makna yang strategis dalam pembangunan. Peluang dan gagasan membangun desa dalam regulasi tersebut, mendorong civitas akademika Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) melakukan eksplorasi lebih dalam. Terkait dengan hal itu, UNKRIS yang diwakili oleh Rektor UNKRIS Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR menjalin kerjasama dengan Kepala Desa Tugu Utara Cisarua – Jawa Barat Asep Ma’mun Nawawi SH dalam membangun penguatan dan pengembangan pembangunan desa.

Dalam keterangan releasenya, kemarin Jumat (4/6/2021), acara tersebut dikemas dalam bentuk penandatanganan kerjasama dengan tema: Melalui Sinergitas Kemitraan Kita Wujudkan Kawasan Desa Menjadi Unggul dan Brerprestasi. Acara tersebut diinisiasi oleh
Ketua Pengabdian Masyarakat Dr. Siswantari Pratiwi SH, MH , MM dengan mengajak Ketua Lembaga Penelitian dan sekretaris, Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas Dan Kebangsaan beserta sekretaris , para Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Tingkat (LPM) Fakultas: Hukum, Ilmu Administrasi, Ekonomi dan Teknik. Serta Warek 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr, Parbuntian Sinaga SH , MH.

Ketua Pengabdian Masyarakat Dr. Siswantari Pratiwi SH, MH , MM, diketerangannya mengungkapkan, kerjasama ini sangat penting baik untuk desa Tugu Utara Cisarua maupun untuk UNKRIS dalam rangka pengabdian pada masyarakat. Disini mahasiswa dan dosen dapat bersama – sama masyarakat untuk saling belajar dan bertukar pengetahuan untuk kemajuan bersama. Ia sangat berterimakasih atas antusiasme para ketua lembaga baik dari rektorat maupun dari fakultas, dengan demikian kegiatan di Tugu Utara Cisarua ini akan terisi lengkap dari berbagai bidang keilmuan.

Senada dengan Siswantari, Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi SH, sangat berterimakasih atas kehadiran UNKRIS secara lengkap, dengan demikian permasalahan – permasalahan yang ada di kami dalam pembangunan desaakan dapat terselesaikan dengan pengetahuan dan ilmu dari Perguruan Tinggi. Menurutnya, sangat penting menerapkan program dengan metode Penta Helix, sehingga masyarakat akan sangat terdukung.

Pembangunan desa, kata Asep, merupakan upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan dalam upaya sebesar besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Sementara pemberdayaan masyarakat desa merupakan upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber data melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyakakat desa. “Saya yakin UNKRIS dengan tim yang lengkap ini akan mampu membantu kami masyarakat Tugu Utara Cisarua,”ujarnya.

Sementara Rektor UNKRIS Dr. Ir. Ayub Muktiono, M.SIP, CIQaR, merasa yakin, UNKRIS mampu menjawab semua persoalan yang ada. Dari tujuh permasalahan yang disampaiakn dalam diskusi tentang regulasi desa dan sosialisasinya tentu akan dapat didampingi oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dari fakultas hukum dan fakultas ilmu adminsistrasi. Dengan demikian Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) akan dapat didampingi oleh LPM fakultas ekonomi, pengembangan jaringan air bersih dapat didampingi LPM dari fakultas teknik, juga pengembangan lingkungan dan jasa wisata dapat didamping semua LPM dari masing masing fakultas sesuai dengan fokus yang akan dikembangkan.

Selain itu, UNKRIS juga memiliki lembaga baru yang fokus pada kreativitas dan kebangsaan dapat masuk pada semua lini permasalahan yang akan dikembangkan di Desa Tuga Utara dengan mengembangkan mindset entrepreneur dengan menumbuhkan minat dan bakat, mendorong kreativitas, inovasi baik melalui pelatihan, seminar dan talkshow dan dapat dijalankan bersama pemuda Karang Taruna. “Selanjutnya informasi kini dapat disampaikan pada para dosen dari masing – masing fakultas agar menyarankan mahasiswanya untuk mengambil skripsi dengan judul permaslahan – permasalahan yang ada di desa Tugu Utara untuk dapat diselesaikan dari sisi teori, dan munculnya ide – ide segar dari mahasiswa sebagai sumbang saran,”tandas Rektor.

Kemudian sisi menarik dari desa Tunggu Utara ini adalah dipimpin kepala desa dengan latar belakang pendidikan sarjana dan bahkan akan melanjutkan jenjang pendidikan pada strata S2, hal ini akan mendukung dan mampu menerjemahkan aturan aturan pada tingkat desa. Melihat realitas tersebut, Warek 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UNKRIS Dr, Parbuntian Sinaga SH , MH sangat mengapresiasinya dan ia berharap dari kemiteraan dan pendampingan UNKRIS ada keuntungan kedua belah pihak baik dari sisi ilmu pengetahuan dan pemecahan masalah desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini