JENEWA (Eksplore.co.id) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah virus corona di China saat ini berstatus darurat, pada Kanis (30/1/2020) waktu setempat.  Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan keputusan itu setelah sidang Komisi Darurat, sebuah panel para ahli independen di tengah meningkatnya bukti penyebaran virus ke 18 negara.

Tedros mengatakan, dalam konferensi pers di Jenewa bahwa belakangan ini memperlihatkan sebuah persebaran yang luar biasa yang dihadapi dengan tanggapan yang luar biasa. “Izinkan saya menjelaskan, pengumuman ini bukan merupakan pemungutan suara tanpa kepercayaan di China,” katanya seperti dikutip Antara.

Keprihatinan terbesar WHO adalah potensi virus itu menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah. Panel WHO yang diketuai Didier Houssin dari Prancis, terdiri atas 16 para ahli independen. Dua pekan lalu para ahli itu memutuskan tak mengumumkan keadaan darurat saat mereka mencari informasi lebih banyak dari China. Ternyata,  bukti tentang penyebaran virus dari manusia ke manusia yang terkonfirmasi dari negara-negara lain, sehingga memenuhi kriteria mereka untuk menyatakan darurat global.

Deklarasi darurat global mendorong rekomendasi bagi semua negara berupaya mencegah atau mengurangi penyebaran penyakit lintas batas, seraya menghindarkan campur tangan yang tak perlu dalam perdagangan dan perjalanan.

Hal ini mencakup rekomendasi sementara bagi otoritas kesehatan nasional seluru dunia yang mencakup mempercepat langkah-langkah pemantauan, persiapan dan penanganan.

Meski WHO tak punya otoritas legal untuk memberikan sanksi pada negara-negara. Tapi badan PBB itu dapat meminta pemerintah untuk memberikan pembenaran ilmiah atas pembatasan setiap perjalanan dan perdagangan yang mereka terapkan dalam kejadian darurat internasional.(bs2)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini