Kami lihat Mas Rossa Purbo Bekti sudah kembali aktif dan bekerja di KPK," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada wartawan pada Kamis (14/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Penanganan suatu perkara di negeri ini tidak lepas dari campur tangan dari interbal dan eksternal institusi yang memunyai kepentingan masing-masing.

Hal ini membuat penanganan suatu perkara menjadi tidak maksimal, bahkan menyimpang dari ruhnya.

adah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahagia atas kembalinya Komusaris Polisi (Kompol) Rossa Purbo Bekti sebagai penyidik lembaga antirasuah tersebut.

Peristiwa ini dinilai sebagai kabar baik pada Ramadan 1420 Hijriah. “Kami lihat Mas Rossa Purbo Bekti sudah kembali aktif dan bekerja di KPK,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada wartawan pada Kamis (14/5/2020).

Dengan demikian Yudi mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan KPK, Dewan Pengawas (Dewas) KPK, dan Markas Besar (Mabes) Polri. Karena, Rossa sudah kembali bekerja di KPK.

“Kembalinya Mas Rossa merupakan salah satu penyemangat bagi kami pegawai KPK untuk terus berkomitmen memberantas korupsi di negeri ini,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK kembali mempekerjakan Kompol Rossa Purbo Bekti sebagai penyidik KPK setelah sebelumnya sempat dikembalikan ke Polri. Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan KPK pada Sabtu (6/5/2020).

Rapat ini juga membatalkan penerbitan surat keputusan pemberhentian Kompol Rossa sebagai penyidik KPK.

“KPK memutuskan telah meninjau kembali dan membatalkan serta menyatakan tidak berlaku surat Keputusan Sekretaris Jenderal KPK Nomor 123 Tahun 2020 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK atas nama Rossa Purbo Bekti terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri pada Kamis (14/5/2020).

Kompol Rossa memiliki masa tugas di KPK sampai September 2020. Dia merupakan penyidik kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota (PAW) DPR yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan eks caleg PDI-P Harun Masiku.

Sejumlah pihak menilai pengembalian Kompol Rossa ke Polri sebagai upaya menghambat proses penyidikan kasus Harun Masiku. (mam)

 

 

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini