http://diklat.poltekpelsulut.ac.id/-/s777/ https://tppkk.bengkaliskab.go.id/cgi-bin/s777/ https://tracerstudy.disdik.kalteng.go.id/demo/ https://bpprd.musirawaskab.go.id/demo/ https://setjen.kemdikbud.go.id/logo/terbaru/
eksplore.co.id | Portal Berita Online Alternatif
Advertisementjadwal-sholat
Beranda blog

Kenangan 1 Oktober Penculikan Katamso dan Sugiono di Yogyakarta (dari saksi mata)

0

SETIAP awal Oktober, saya selalu teringat peristiwa penculikan Kolonel Katamso di Yogyakarta. Saya adalah saksi hidup peristiwa tersebut.

Saat itu, awal Oktober 1965, Yogya mencekam. Dua petinggi militer di Korem 72 Pamungkas — Kol. Katamso dan Letkol. Sugiyono hilang. Bayangkan kedua orang ini, adalah dua perwira tertinggi di Korem 72 Pamungkas yang wilayah kekuasaannya meliputu eks. Karesidenan Yogyakarta dan eks. Karesidensn Kedu. Tak ada orang yang tahu ke mana kedua pucuk pimpinan militer tertinggi di Yogya itu pergi.

Saya (mahasiswa IAIN Yogya) yang saat itu, 1 Oktober 1965, berada di depan rumah dinas Kol. Katamso (Jl. Jenderal Sudirman No. 48 Yogya) melihat Komandan Korem 072 itu “dibawa paksa” oleh sejumlah tentara dari rumahnya.

Kol. Katamso diculik anggota PKI, pikir saya ketika mengetahui Komandan Korem itu tak bisa berbuat apa-apa. Danrem dipaksa naik mobil jip Gaz dengan dikelilingi beberapa tentara yang bermuka sangar dan kasar.

Saya dari IAIN dan Ahmad Dahani dari UGM datang ke rumah dinas Kol. Katamso Darmokusumo karena diutus HMI Cabang Yogya untuk menemui Komandan Korem 072 Pamungkas tersebut. Saya dan Ahmad Dahani oleh HMI diminta untuk menanyakan situasi keamanan Yogyakarta akibat peristiwa pemberontakan 30 September 1965 yang didalangi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Beberapa catatan pertanyaan sudah kami siapkan. Kami akan bertanya kepada Kol. Katamso, kenapa tentara tidak membekuk PKI yang jelas-jelas anti Pancasila dan anti Tuhan? Kenapa PKI membunuh kyai dan tokoh-tokoh agama di wilayah yang partai komunisnya kuat seperti Madiun, Kartosuro, dan Boyolali?

Sore hari menjelang pukul lima 1 Oktober 1965, saya dan Ahmad Dahani sudah berada di depan Bank BTN, seberang kediaman Kol. Katamso. Sampai di depan rumah Pak Katamso, kami dicegat tentara.

“Saudara mau ke mana?” Tanya tentara yg kemungkinan ajudan Kol. Katamso.
“Saya mau bertemu Kol. Katamso. Beliau sudah janji menerima kami berdua di rumah,” jawab saya.

“Bapak tidak terima tamu. Saudara tentu tahu situasi ini,” kata tentara tesebut.

Mendapat penjelasan ajudan itu, saya dan Ahmad Dahani mundur, kembali ke seberang jalan. Saya mengamati ada apa di rumah Kol. Katamso.

Tiba-tiba beberapa menit kemudian, masuk sebuah mobil jip Gaz warna hijau tentara ke halaman rumah komandan Korem. Saya melihat dari balik pagar, Pak Katamso keluar rumah dan langsung duduk di samping sopir mobil Gaz buatan Rusia itu. Jip Gaz langsung meluncur membawa Kol. Katamso entah ke mana, dikawal enam tentara bersenjata lengkap di bagian belakang mobil. Mereka duduk berhadap-hadapan di belakang Pak Katamso yang waktu itu memakai baju hem putih dan celana hijau tentara. Melihat peristiwa itu, kami tertegun. Ada apa ini? Pasti akan ada peristiwa besar di Yogya, batin saya.

Dengan pikiran berkecamuk, kami langsung pulang ke kantor cabang HMI, yang saat itu berada di rumah Sugiat, mahasiswa kedokteran UGM. Sugiat (kelak jadi pimpinan RS Islam Cempaka Putih) kaget luar biasa.

“Ini pasti masalah besar. Tidak mungkin seorang kolonel, apalagi Danrem 072 yang menguasai teritori DIY dan Kedu pergi dengan pakaian sipil sendirian tanpa ajudan. Untuk apa pula enam tentara bersenjata lengkap berada di belakang sopir jip Gaz yang membawa Kol. Katamso?” Ujar Sugiat. Benar firasat kami. Ternyata Kol. Katamso diculik, lalu dibunuh.

Latar belakang tindak kekerasan yang terjadi di Yogyakarta, pada 1 Oktober 1965 adalah sama dengan yang terjadi di Jakarta, yakni bagian dari upaya pengambilalihan kekuasaan oleh PKI yang didahului dengan penculikan dan pembunuhan.

Kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 di Yogyakarta menimpa Kolonel Katamso dan Letkol Soegiyono, masing-masing sebagai Danrem dan Kasrem 72. Para penculik adalah kalangan AD sendiri, dipimpin Mayor Mulyono, Kasi Korem 72. Setelah melakukan penculikan terhadap kedua atasannya itu, Mulyono mengumumkan dukungannya terhadap “G 30 S/PKI” dan mengambilalih pimpinan Korem 72 Yogyakarta.

Dua eksekutor, Peltu Sumardi dan Serma Kandar membawa Kol. Katamso ke suatu tempat yang tersembunyi, yang belakangan diketahui sebagai Mako Yon L di Kentungan Sleman. Menurut saksi mata dari AD, yakni Serka Suwarno dan Kopda Sugiyono di Pengadilan Militer, mereka mendengar suara pukulan keras sebanyak empat kali. Setelah pukulan pertama terdengar suara rintihan kesakitan. Suara ini kemudian lenyap setelah dilanjutkan pukulan tiga kali berturut-turut. Dilihatnya, tempat pemukulan berada di lingkungan Markas Yon L. Di dekat tempat itu ada 6 orang sedang berdiri dan dua orang sedang duduk di dekat pohon pisang.

Di tempat gundukan tanah yang ditanam pohon pisang tersebut, setelah digali, kemudian ditemukan dua jenazah. Setelah diidentifikasi, diketahui, dua mayat itu adalah jasad Kol. Katamso dan Letkol. Sugiyono yang diculik sebelumnya. Tetesan darah dan sobekan baju putih ditemukan di tembok dekat suara pemukulan. Temuan ini mengindikasikan telah terjadi penganiayaan berat terhadap Kol. Katamso dan Letkol Sugiono sebelum dibunuh.

Jenazah kedua perwira menengah AD itu dalam keadaan ditanam di bawah pohon pisang. Apakah ditanam hidup-hidup ataukah dibunuh dulu baru ditanam, tidak ada saksi yang memperkuat dugaan tersebut. Namun dugaan terjadinya penganiayaan berat sebelum dilakukan pembunuhan sudah hampir pasti.

Penggalian jenazahnya sendiri baru dilaksanakan tanggal 20 Oktober 1965. Lama kedua petinggi militer ini dinyatakan hilang. Baru tiga pekan kemudian, lokasi mayatnya ditemukan. Di bawah tanaman pohon pisang yang layu.

*Dr. KH Amidhan Shaberah, ulama, mantan
Komisioner Komnas HAM (2002-2007)

Ditangkap Polisi Jerman

0
Abu Hanifah, duduk, saat berkunjung ke Spanyol, saat sudah pensiun sebagai staf khusus Menteri Perindustrian (dok pribadi/Eksplore.co.id)

catatan Abu Hanifah*

PADA mulanya saya sangka tdk akan diikutkan pindah ke sebelah, Departemen Perindustrian. Ternyata keliru. Menteri Fahmi Idris menugaskan saya untuk menghubungi Sekjen Departemen Perindustrian, Agus Tjahayana agar menyiapkan acara serah terima jabatan. Seusai acara dengan Menaker Erman Suparno di Depnakertrans, langsung serah terima jabatan dengan mantan Menteri Perindustian Andung A Nitimiharja. Kemudian lanjut Rapim pada jam 19.00.

Tugas pokok saya sebagai Staf Khusus Menteri, adalah Hubungan Antar Lembaga. Baik ke dalam maupun keluar. Terutama membina hubungan baik dengan DPR-RI, Komisi VI mitra kerja Departemen Perindustrian. Mendampingi menteri ketika menerima tamu dan mendampingi menteri dalam berbagai kunjungan. Selalu berkordinasi dengan eselon satu untuk berbagai program yang melibatkan menteri dalam acara-acara seremonial

Pernah melakukan kunjungan ke Palu, Sulawesi Tengah. Dimana, Departemen membangun Proyek Rotan. Dan Pusat Inovasi Industri Rotan. Bersama Pusat Industri Rotan di Jerman, mengadakan pendidikan alih kemampuan di bidang desain mebel rotan. Sesuai dengan kebutuhan pasar Eropa. Dr. H. Dedi M, sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Departemen Perindustrian telah mengikutsertakan hasil kerja peserta didik di pameran akhir tahun di Jerman.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Fauzi Aziz tidak pernah lelah melakukan pembinaan kepada industri kecil di tanah air. Usaha kecil pembuat cendera mata (pisau) di Bali, diberi bantuan peralatan kerja. Di Kalimantan dan Sulawesi melakukan pembinaan usaha kecil pembuatan batik. Sehingga setiap bulan sebagai Staf Khusus saya ikut mendampingi Dirjen IKM bertemu dan berdialog dengan usaha kecil di daerah-daerah.

Perjalanan ke Luar Negeri
Beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Baik bersama menteri atau tidak. Apabila ke luar negeri saya selalu usul agar mengajak kawan-kawan anggota DPR-RI, Komisi VI. Bila menteri setuju, maka tugas saya menentukan orangnya. Pernah ke Jepang dan Seol Korea bersama Zulkifli Hasan (Fraksi PAN) dan Agus Hermanto (Fraksi Demokrat). Sewaktu ke Beijing China mengajak Anwar Sanusi (PPP) dan Hamzah Sangaji (Golkar).

Pernah ke Wina, transit di Frankfurt, Jerman. Menteri dan Ibu Kartini Fahmi Idris sudah duluan keluar pesawat. Giliran saya keluar pesawat ada polisi secara acak memeriksa, pasport. Entah bagaimana, saya yang diperiksa.

Ternyata pasport saya tidak ada visa shengennya. Hanya ada visa utk Wina tok. Saya langsung ditangkap Polisi. Saya ketakutan.Untung ada Asep dari Konjen RI di Frankfurt. Dia menjelaskan bahwa saya hanya transit. Polisi bilang (tentu dalam bahasa Jerman), saya akan dikawal ke ruang tunggu penumpang yang akan terbang ke Wina.

Menteri Fahmi ada juga jailnya. “Hebat Abu, di kawal dua polisi. Saya yg menteri saja tdk dapat pengawalan.” Saya hanya bisa cengengesan dikerjai menteri. Sambil berkata, “Untung tidak di borgol bang.”

Pernah ke Washinton DC, Amerika Serikat. Untuk menghadiri seminar Perubahan Iklim dari Bank Dunia. Berangkat dengan staf dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen Perindustrian Sdri Bekty. Saya tugaskan dia urus tiket pesawat SQ. Sekaligus pesan makanan seafod di dlm pesawat. Agar tidak termakan barang haram. Saat mau pulang ke Indonesia, setelah lepas landas di DC. Ternyata pesawat balik lagi ke bandara.

Dijelaskan bahwa ada pesawat yang ditumpangi Paus. Sehingga seluruh pesawat tidak boleh terbang, sampai Paus terbang jauh. Akibatnya, pesawat kita, telat mendarat di New York. Pesawat SQ yang akan ditumpangi telah terbang. Anggota rombongan ada dari Deplu, Depkeu, dari Garuda. Kemudian kami difasilitasi nginap di hotel Holiday In, New York, atas biaya SQ, dan sore besok baru akan terbang utk balik ke Jakarta via Singapore.

Saya minta anggota rombongan dari Deplu menghubungi kantor perwakilan di New York, untuk pinjam mobil. Maka hari itu kami keliling melihat reruntuhan gedung kembar WTC yang ditabrak pesawat dalam peristiwa 9 September. Keliling Manhattan, melihat patung Liberty sebelum ke bandara untuk naik SQ balik Jakarta. Ternyata ada hikmahnya terlambat pesawat. Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm [53] : 39). (diajak Menteri kuliah lagi).

Salam dari Mutiara Baru.
Rabu. 2 September 2020.

*abu hanifah, mantan staf khusus Menteri Perindustrian

Pemerintah Sadari Pasar Lokal Dibanjiri Produk Impor

0

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah menyadari saat pasar domestik banyak dibanjiri produk impor. Jika tak segera diantisipasi, dikhawatirkan produk lokal terutama sektor UMKM bakal kalah bersaing dan tidak kompetitif. Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Rencana Strategis Nasional Pengembangan UMKM di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Menurut Teten, pasar domestik saat ini sudah dibanjiri produk impor yang memiliki daya saing kuat dengan harga kompetitif, lewat pasar e-commerce. “Produk UMKM kita harus bisa bersaing dengan produk impor tersebut. Makanya, kita harus memperkuat UMKM, baik dari sisi daya saing hingga kualitas produknya,” kata Menkop.

Di hadapan perwakilan 18 kementerian, perbankan dan lembaga keuangan BUMN, Teten pun meminta seluruh kementerian dan lembaga yang melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM. Mereka juga diminta menghilangkan ego sektoral dengan melakukan kolaborasi dan sinergi yang baik antarkementerian. “Kita sudah harus melakukan konsolidasi program di tingkat lapangan dengan komitmen kuat. Kita harus memiliki One Gate Policy untuk pemberdayaan UMKM yang sekarang menyebar di 18 kementerian,” tutur Teten. 

Bila dibandingkan dengan negara lain, lanjut Teten, kontribusi ekspor UMKM Indonesia masih rendah, yaitu hanya 14% saja. Bandingkan dengan Vietnam yang sudah 17%, Malaysia di atas 20%, Thailand di atas 30%, Jepang 55%, dan China 70%.

Mantan aktivis anti korupsi ini berharap, konsolidasi program antarkementerian akan diarahkan pada konsolidasi pembiayaan agar terarah untuk sektor produksi dan unggulan. “Selain itu, UMKM juga harus kita konsolidasikan ke arah value based komoditi. Kita banyak memiliki kekayaan sumber daya alam hayati. Saya berharap UMKM tidak melulu main di pasar lokal,” tegas Menkop dan UKM.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki banyak potensi produk untuk pasar ekspor yang berbahan baku lokal, seperti perikanan, pertanian, dan furnitur. “Kita perlu masuk ke global value chain karena kita perlu devisa masuk dengan membangun produk berorientasi ekspor dan substitusi impor. Tahun depan, jangan ada lagi impor cangkul dan alat pertanian lainnya,” tukas Teten lagi.

Karenanya dia optimistis, pengembangan UMKM bisa terukur dan terarah bila dilakukan secara bersama seluruh kementerian dan lembaga yang ada. “Kita harus melakukan konsolidasi dan agregasi UMKM, dengan target dan komitmen yang jelas. Sehingga, kapasitas usaha dan daya saing UMKM bisa meningkat dan struktur ekonomi kita yang selama ini berbentuk piramida bisa menjadi lebih adil lagi,” tandas Teten.

Mantan kepala staf kepresidenan ini menambahkan, Presiden Jokowi sudah menugaskan dirinya agar UMKM bisa mengambil peran lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Pasalnya, selama ini, pertumbuhan UMKM di Indonesia masih terbilang sangat rendah. “Banyak faktor mengapa UMKM sulit berkembang. Di antaranya, UMKM kita tidak terintegrasi terhadap supply chain. Oleh karena itu, kita akan mendorong UMKM untuk masuk ke pasar global value chain,” ucap Menkop dan UKM.

Arah Kebijakan
Sementara itu, dalam paparannya, Staf Ahli Menkop dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hanung Harimba menekankan, arah kebijakan pengembangan UMKM ke depan akan difokuskan pada produk yang berorientasi ekspor dan substitusi impor, pendekatan kelompok, dan lintas sektoral, hingga penanganan sesuai karakteristik dan level usahanya. “Kalau dilakukan secara sendiri-sendiri kurang efektif, maka kita butuh koordinasi dan sinergi yang baik antara kementerian,” jelas Hanung.

Nantinya, lanjut Hanung, agenda perubahan akan menciptakan integrasi UMKM dalam global value chain, UMKM naik kelas, melahirkan enterpreneur baru, hingga modernisasi koperasi. “Kita harus membangun sistem market intelejen berbasis Big Data, termasuk penguatan sistem logistik yang harus terintegrasi agar lebih efektif. Kita butuh One Data UMKM Policy antar kementerian dan peningkatan koordinasi dengan Pemda,” kata Hanung.

Dia menjelaskan, ada enam program strategis bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Yaitu, perluasan akses pasar, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha, meningkatkan daya saing, pengembangan kapasitas manajemen SDM, dan koordinasi lintas sektoral. “Kita akan mendorong local branding untuk go international. Di samping itu, pengadaan barang pemerintah pusat dan daerah memakai produk UMKM yang akan kita masukkan dalam e-katalog,” pungkas Hanung. (ban)

Menkop: Cegah Kapitalisme, BUMDes Harus Berbentuk Koperasi

0

MAKASSAR (Eksplore.co.id – Saat ini faham kapitalisme telah menembus seluruh ruang ekonomi termasuk di Indonesia. Keberadaan koperasi menjadi kekuatan yang mampu memproteksi pasar dari praktik kapitalisme.  Itulah yang diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

“Koperasi bisa memproteksi ekonomi pasar dari kapitalisme dunia, yang hampir tidak ada lagi ruang yang tidak ditembus oleh mereka,” kata Menkop dan UKM saat membuka Munas Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Senin (11/11/2019) malam di Makassar. Hadir di acara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid.

Menurut Teten, kendati kapitalisme sudah menguasai pasar dalam negeri, namun penetrasi kapitalisme ke desa masih belum dominan. Itu sebabnya, program pemerintah menyalurkan dana desa hingga  Rp 1 miliar perlu dilakukan agar desa mampu berkembang melalui potensi yang dimilikinya. 

Menurutnya, perekonomian rakyat di desa harus hidup. Jangan sampai produk industri menguasai desa yang akibatnya akan menyedot dana dari desa kembali ke industri. Menteri koperasi mengatakan dana desa selama ini telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) namun diharapkan Bumdes ke depan dapat berbentuk koperasi.

“Pak Jokowi menaruh harapan Bumdes itu harus dalam bentuk koperasi. Jangan Bumdes itu dikuasai oleh elit desa. Itu bahasa Pak Jokowi,” kata Menteri dalam sambutannya.

Mengutip Bung Hatta, Teten mengatakan koperasi mengandung spirit kebersamaan, gotong royong dan keadilan. Spirit yang besar ini harus dibangkitkan kembali terutama dalam situasi ekonomi global yang sedang tidak menentu sekarang. Situasi global itu telah berdampak ke ekonomi dalam negeri terlihat dari neraca perdagangan yang tertekan, kemunduran industri, impor yang besar.

“Koperasi dan UMKM telah terbukti paling bertahan pada masa krisis tahun 1998. Saat ini, koperasi dan UMKM harus menunjukkan eksistensi dan kontribusinya bagi perekonomian nasional,” kata Teten.

Dia mengaku mendapat perintah dari Presiden Jokowi untuk mengembangkan koperasi dan UMKM. Menciptakan ekosistem bisnis dengan memberikan kesempatan yang sama untuk bersaing dengan usaha-usaha besar lainnya.  Untuk itu, perlu ada afirmasi dalam kemudahan perijinan, pajak, dan pembiayaan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid memaparkan Gerakan Panca Dekopin 2019 – 2024. Panca pertama, tentang Regulasi. Perlu ada UU tentang perekonomian nasional untuk mengimplementasikan UUD 1945 khususnya pasal 33 ayat 1.

Nurdin mengajukan agar ada revisi UU Kementerian Negara yang saat ini menempatkan Kementerian Koperasi dan UKM pada level tiga. Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM seharusnya pada level dua.

Ia juga mendesak agar pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Perkoperasian untuk memperkuat eksistensi dan fungsi koperasi dalam tata ekonomi nasional, meningkatkan daya saing koperasi dan terciptanya konglomerasi koperasi.

“Koperasi tidak anti konglomerasi, tapi konglomerasi yang dituju bukanlah konglomerasi orang per orang karena hal itu tidak sesuai dengan jati diri koperasi. Konglomerasi yang hendak dicapai adalah konglomerasi koperasi,” kata Nurdin.

Kedua, tentang Kebijakan. Nurdin menyampaikan perlunya sebagian dana desa turut dikelola oleh koperasi. “Hal ini untuk optimalisasi pemanfaatan dana desa demi kesejahteraan masyarakat desa, sehingga tercipta lapangan kerja dan kewirausahaan,” kata Nurdin.

Ketiga, Penguatan Kelembagaan. Hal ini terkait sinergi Dekopin Pusat, daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu melakukan modernisasi manajemen koperasi.

Keempat, Konglomerasi Bisnis Koperasi. Dilakukan lewat pengembangan inti plasma melalui agrobisnis, pertanian, perkebunan dan koperasi menjadi home industry bagi skala pabrik, koperasi dapat mengembangkan usaha-usaha baru.

Kelima, Pemberdayaan UMKM di lokasi wisata maupun buruh, petani di daerah penyangga destinasi wisata. (ba5)

In Memoriam Trisno S. Sutanto: Kebinekaan untuk Kemanusiaan

0

oleh Swary Utami Dewi*

TRISNO S. Sutanto. Demikian nama tokoh pluralisme yang aktif dalam tulisan dan tindakan yang tidak pernah mengenal kata lelah itu.

Aku memanggilnya Abang Trisno. Bagiku Abang senior yang satu ini nyentrik. Aku mengenalnya sudah puluhan tahun. Seingatku sejak di acara-acara diskusi Paramadina di pertengahan tahun 1990-an. Dari dulu, ia berwatak ceria dan humoris.

Tiba-tiba ia suka berpendapat unik saat diskusi dan itu menunjukkan kecerdasannya. Untuk isu kebinekaan dan kebangsaan ia jagonya; Sejago sifatnya yang nyentrik.

Aku masih ingat. Dulu di sela-sela diskusi, Bang Trisno — kolumnis produktif alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta — terkadang menunjukkan lembaran-lembaran ketikan buah pikirannya.

“Hayo, baca ini,” ujarnya. Aku biasanya membaca sekilas lalu memberikan kembali kertas-kertas itu. Tulisannya memang lebih banyak tentang isu kebinekaan, pluralisme, hak asasi manusia ( HAM). Seputar itulah.

“Keren, Bang,” ujarku, yang biasanya disambut tawa lepasnya. Bisa jadi tulisan-tulisan itulah yang kemudian menjadi buku Politik Kebinekaan: Esai-Esai Terpilih, yang diterbitkan pada 2020.

Setahuku, Bang Trisno mengagumi pikiran-pikiran Cak Nur dan Gus Dur. Maka tidak heran ia getol menyambangi diskusi-diskusi yang ada dua tokoh ini. Ia menyimak dengan serius dan mencatat. Dan tampaknya, perjumpaan-perjumpaannya dengan para guru bangsa inilah yang membentuk pemikiran Bang Trisno. Ia seakan — dan memang — menemukan cintanya pada isu-isu “serius” tentang pluralisme, kemanusiaan dan kebangsaan. Bukti baktinya pada isu-isu ini bukan hanya pada kegemarannya hadir di diskusi-diskusi terkait, tapi juga argumen yang cerdas dan bernas dalam narasi lisan dan tulisan — dan salah satunya tergambar dalam buku tebal di atas tadi.

Bagi Abang Trisno, isu-isu tentang pluralisme dan kebangsaan harus dibicarakan secara terbuka. Dialog menjadi titik penting sebagai pembuka pintu kemajemukan dalam rangka merekatkan bangsa dan mengembangkan kemanusiaan. Tapi Trisno tidak berhenti sampai di sini saja. Ia mengajak kita melanjutkan ke langkah kepedulian. Tidak cukup mengembangkan pluralisme dan kebangsaan, jika masih ada mayoritas masyarakat yang miskin dan terpinggirkan. Maka, Trisno mengetuk hati kemanusiaan kita untuk memikirkan pula cara mengubah struktur sosial ekonomi yang timpang. Tujuannya jelas: untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Di sini aku jadi teringat almarhum Buya Syafii Maarif, yang sering mengingatkan kita, yang lalai menjaga sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan dan Demokrasi disertai Musyawarah hanya akan berarti jika ada keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia — hal yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi negara.

Ah, Abang. Bisa jadi, pemikiran Buya Syafii Maarif juga terpatri kuat di hati dan pikiranmu.

Selama beberapa tahun terakhir, aku lebih sering berjumpa dengan Bang Trisno di acara-acara Satupena, Esoterika dan sejenisnya. Beliau seniorku di Satupena, yang jika aku memberikan komen di grup WA, sering ditanggapi dengan respons lucu yang membuatku nyengir.

Aku ingat dua pertemuan terakhir dengannya. Pertama adalah pada diskusi kebangsaan tentang Masa Depan Indonesia, yang digelar di Universitas Paramadina, 4 Maret 2024. Aku yang menggagas acara ini, dengan didukung oleh rektor Prof. Didik J. Rachbini, mengundang puluhan tokoh pemikir. Salah satu yang masuk dalam list-ku tentu saja Trisno S. Sutanto. Aku japri dan ia menanyakan siapa saja yang hadir.

“Ah malas, yang itu-itu lagi,” ujarnya bercanda. Nyatanya, ia hadir dan ikut hingga acara hampir berakhir.

Kedua, pada acara buka bersama komunitas Satupena dan Puisi Esai, 15 Maret 2024. Lagi-lagi, Bang Trisno selalu masuk list undangan. Ia hadir dan tampak sumringah, bahkan sempat ngobrol dan berfoto berdua denganku.

“Wah, senang masih ada acara-acara begini,” ujarnya yang dikanjutkan dengan tawa khasnya yang lepas dan ngakak. Aku jawab setuju. Siap, Bang …

Jelang tengah malam, Sabtu, 30 Maret 2024, Bang Trisno dipanggil Yang Kuasa, pada usia 61 tahun. Aku terkejut dan berduka. Bang Trisno wafat di bulan Ramadhan, menjelang Hari Paskah. Ia wafat di bulan baik bagi muslim dan di hari-hari suci bagi umat kristiani. Tuhan bisa jadi memilih memanggilnya pada hari-hari pluralisme ini. Persis seperti jalan pengabdian yang Bang Trisno pilih dalam hidupnya.

Pagi ini aku kembali menangis saat membaca japrian bang Yudi Latif, yang khusus membuatkan puisi untuk sahabatnya, Trisno S. Sutanto.

Pulang (1)
Yudi Latif

Pulanglah, kawan, pulang!
Kita hanyalah anak-anak sang waktu yang mengalir dari titik ke titik persinggahan sementara.

Waktu dan ruang bukanlah keabadian. Sekadar labirin tanda tanya yang setiap ujung jeda dan pintunya selalu sisakan misteri.

Tapi, setiap jejak tidaklah sia-sia. Seperti samudera bermula dari tetes. Setiap kata yang engkau sapakan pulihkan harapan pada kecemasan. Setiap senyum yang engkau sunggingkan tebarkan gairah pada keputusasaan. Setiap darma yang engkau sumbangkan bangkitkan daya pada kelembaman.

Jalan pengembaraan ini telah kau tempuh sepanjang hayat. Kesibukan dan pencarian membuatmu lupa sebagai perantau.

Dalam siuman, setiap pengembara merindukan kepulangan. Fakta keterlemparan manusia dari langit suci dan kebertualangan dari asal tumpah darah membuat sukmanya senantiasa resah-gelisah, merindukan luang berpulang ke rahim Ilahi dan rumah primordial.

Sekarang, dengarlah degup jantung, jeritan hati memanggilmu pulang. Ada saatnya elang petualang balik ke sarang. Dalam mudik, engkau terlahir kembali.

(Makrifat Pagi, Yudi Latif)

Selamat jalan Bang Trisno, seniorku yang baik dan nyentrik. Kembalilah ke pelukan Yang MahaKasih.

31 Maret 2024

____*Swary Utami Dewi, adalah associate Penulis Satu Pena/Konsultan Lingkungan/Mahasiswi S-3 UI

Yusril, Sang Maha Guru untuk Jabatan

0

PERNYATAAN Mahfud MD yang beredar di sosmed bahwa Yusril Ihza Mahendra adalah Mahaguru Hukum Tatanegara, kini viral. Ini bukan soal mahagurunya karena Yusril memang guru besar UI, tapi logika pembelaannya terhadap kasus no. 90 MK dan tuduhan kecurangan di Pilpres 2024 lalu.

Yang menarik bagiku, soal Yusril mahaguru itu mendapat cibiran Mas Tok, temanku. Mendengar hal itu, wartawan gaek yang pernah malang melintang meliput dunia politik Indonesia itu sampai terbatuk-batuk.

“Yusril mahaguru?,” kilahnya di depanku sambil menjulurkan lidahnya.

Mas Tok, yang menyatakan itu Mahfud MD, juga mahaguru hukum tata negara. Ujarku. Kali ini ia terbahak-bahak.

Lo kok sampeyan tertawa? Bukankah Yusril adalah pakar hukum yang tiada duanya di negeri ini? Yusril adalah orang menjadi penasehat hukum Soeharto dan berhasil membujuk Raja Jawa itu turun tahta. Yusril adalah orang kepercayaan Presiden Jokowi. Yusril adalah orang yang membuat SBY ketakutan, saat ia bilang “tiji tibeh”. Mati siji mati kabeh. SBY mau menuduh Yusril korupsi, Yusril punya segudang bukti untuk menuduh SBY dalam kasus sama. Yusril pun “menang”.

Di Indonesia ini, tak ada lawyer yang sehebat Yusril. Makanya, ketika ia bergabung dengan Prabowo-Gubran, publik pun yakin kasus hukum pasangan Paslon 02 itu aman

Mamang, gue tahu betul siapa Yusril, luar dalam sampai isi perutnya. Celetuk Mas Tok.

Tahukan Mamang Yusril itu tak lebih dari kurcaci? Meski ia terkenal sebagai lawyer hebat yang tak terkalahkan, aku tahu ada dua orang yang bisa membuktikan kebusukan Yusril. Ungkapnya.

Mas Tok, jangan main-main, ngomong seenaknya. Bro gak takut dituntut Yusril jika menuduh lawyer top itu seenaknya?

Ia terkekeh. Mamang, jangan cepat terpesona dengan lawyer ganteng yang beristri wanita cantik dan muda itu. Ujar Mas Tok serius.

Mamang, hadirkan TM Luthfi Yazid dan Fadli Zon di depan Yusril. Pasti sang mahaguru itu tak akan bisa berkutik.

Mas Tok memanggilku Mamang karena aku orang Cirebon. Sebutan mamang adalah tanda keakraban di masyarakat Cirebon.

Apa? Apa hubungan antara Luthfi Yazid dan Fadli Zon dengan Yusril?

Kebetulan, aku kenal dekat dengan dua orang yang disebutkan Mas Tok tadi. Luthfi adalah teman seangkatan di program Leadership for Environment dan Development (LEAD), 1995-1996. Luthfi kini anggota tim lawyer yang mendampingi Ganjar. Di tahun 2019, Luthfi masuk tim lawyer Prabowo

Sedangkan Fadli Zon, pernah menjadi penulis tetap di desk internasional di harian Republika. Saat itu, aku redaktur desk internasional. Kini, Fadli Zon elit politisi Gerindra, orang dekat Prabowo.

Mas Tok pun bercerita, bahwa ia tahu betul ketika Yusril mendirikan kantor advokat pertama kali tahun 2000. Yang babak yasa dari nol sampai kantor itu eksis adalah Luthfi. Saat itu memang Luthfi yang punya persyaratan untuk mendirikan kantor advokat. Yusril belum punya. Tapi setelah kantor advokat itu berdiri dan laris, Luthfi ditendang.

Mas Tok bercerita, Luthfi mau dikasih komprnsasi sekian puluh juta oleh Yusril karena kasus itu. Tapi Luthfi tidak mau menerima, demi harga diri.

Kejam ‘kan Yusril? Ia manusia zalim. Jelas Mas Tok. Kalau mamang tidak percaya, ayo kita bawa Yusril di hadapan Luthfi untuk membuktikan apakah kata-kataku benar atau cuma ngarang. Tantang Mas Tok.

Aku pun terkejut. Sebegitu kejamkah Yusril terhadap Luthfi? Aku selama ini mengagumi sang mahaguru itu.

Lha terus apa hubungannya dengan Fadli Zon? Aku makin penasaran dengan cerita Mas Tok yang unik ini.

Begini ceritanya, kata Mas Tok. Waktu BJ Habibie jadi presiden, setiap partai dapat uang “pembinaan politik” sekian milyar dari kepala negara, tergantung jumlah konstituennya. PBB, partai yang dipimpin Yusril dapat uang 1,9 Milyar dari Presiden Habibie karena perolehan suaranya di Pemilu 1,9 persen suara nasional.

Lantas, ada apa dengan uang itu? ‘Kan itu uang halal, diberikan resmi oleh negara berdasarkan undang-undang atau Kepres saat itu. Ujarku penasaran!

Itulah soalnya, Mang. Uang itu lenyap. Tidak sampai ke partai. Hilang di tangan Yusril! Kata Mas Tok.

Hilang? Mosok sih? Bukankah Yusril adalah Ketum partainya? Ujarku.

Mas Tok menceritakan, waktu ditanya para pengurus partai yang lain, Yusril mengaku tidak menerima uang itu. Tapi ketika Yusril menyangkal menerima uang itu, tetiba Fadli Zon datang membawa rekaman saat pertemuan sang pimpinan partai dengan Presiden Habibie, termasuk soal uang tadi. Yusril pun tak berkutik.

Mengetahui hal itu, Abdul Qadir Jailani, KH Anwar Sanusi, dan Hartono Mardjono marah. Yusril pun tertunduk. Untuk memastikan kesaksian Fadli Zon bahwa sang mahaguru menerima uang dari BJ Habibie, Yusril ditantang mubahalah. Yusril tidak mau!

Benarkah itu Mas Tok? Sergahku yang selama ini mengagumi Yusril. Rasanya muskil, kadernya Pak Natsir berani berbuat senista itu. Pak Natsir, kata Prof. M. Bambang Pranowo adalah politisi yang waliyullah.

Mamang, kalau tak percaya ceritaku, bisa tanyakan langsung kepada Fadli Zon. Atau tanya ke Abdul Qadir Jailani dan Hartono.

Glek! Leherku seperti tercekik. Aku speechless. Betapa buruknya moral dan etika orang yang selama ini aku kagumi. Yusril Ihza Mahendra sang mahaguru, begitukah akhlakmu?

Dalam batin, pantaslah bila Yusril sekarang membela Jokowi dan Prabowo Gibran habis-habisan. Pastilah, itu bukan karena membela kebenaran. Tapi karena iming2 jabatan. Track record sang mahaguru, seperti diungkap Mas Totok memang seperti itu.

What’s next?

_____*Syaefudin Simon adalah wartawan, juga penulis

Fakta yang Lebih Fiksi dari Fiksi

0

Prof. Johana EP Hadiyono (Gubes Psikologi UGM) pernah mengomentari status-ku di FB. Sulit membedakan tulisan Mas Simon, mana fakta mana fiksi. Ungkapnya.Nah sekarang aku jawab, apa bedanya fakta dan fiksi? Fakta kadang lebih fiksi dari fiksi. Itu kata cerpenis Budi Darma, yang Gubes Sastra Unair, Surabaya.

Dulu, aku tak pernah berpikir, ada pesawat penumpang Boeing 747 menabrak gedung menara kembar pencakar langit di New York. Pesawat dan gedung hancur. Sungguh dahsyat dan Mengerikan. Ribuan manusia tewas. Itu fakta yg lebih dahsyat dari fiksi. Dan gilanya, pelakunya orang-orang Islam, yang nabinya cinta damai.

Contoh lainnya, tiba-tiba Jokowi yang selama ini tampak ramah, lugu, dan ndeso, begitu brutal mengacak-acak demokrasi Indonesia. Jokowi berkhianat pada PDIP dan Bu Mega yang membesarkannya. Jokowi menyutradarai drakor pemilu 2024. Tanpa malu-malu. Kritik pedas kaum intelektual, budayawan, dan akademisi terhadap Jokowi dianggap angin lalu.

Jadilah pemilu 2024 adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Lebih buruk ketimbang pemilu zaman Orba. Korupsi gigantik disengaja untuk biaya kampanye Prabowo Gibran. Jika Soeharto hanya berani mengangkat Tutut, anaknya jadi Mensos, Jokowi lebih edan, mendudukkan Gibran jadi Wapres. Ini fakta yang lebih dahsyat dari fiksi.

Sobatku Denny JA, konsultan politik Jokowi dan Prabowo-Gibran membelanya. Kenapa menyalahkan Jokowi soal Gibran wapres? Bukankan Presiden John F Kennedy pernah mengangkat adiknya, Robert Kennedy, sebagai Jaksa Agung?

Kennedy, membela diri. Robert Kennedy adalah seorang ahli hukum yang handal dan hebat. Reputasinya tidak diragukan. Andaikan Robert bukan adikku, niscaya tetap aku pilih jadi Jaksa Agung. Kebetulan dia adikku. Dan UU tidak melarangnya. Rakyat Amerika pun diam. Tak ada demo berjilid-jilid. Robert Kennedy memang pakar hukum yg hebat. Rakyat Uncle Sam mengakuinya.

Gibran? Apa prestasinya? Ketika dicawapreskan, Jokowi melanggar UU anti-KKN yang diperjuangkan di awal era Reformasi. Demi Gibran, Jokowi mengacak-acak Mahkamah Konstitusi dengan bantuan Uncle Usman, ketua MK.

So, dalam kasus tadi, latar belakang Jokowi beda banget dengan kasus Kennedy. Seperti langit dan bumi.

Ya. Fakta yang lebih fiksi dari fiksi sudah terjadi. Sungguh aku tak pernah berpikir dan berimajinasi Jokowi bisa seperti itu. Aku sampai tak bisa tidur seminggu gegara ulah Jokowi. Mau diletakkan di mana mukaku yang pernah menulis buku pujian untuk Jokowi berjudul Jokowi The Inspiring President! Malu…

Tapi itu terjadi. Dahsyat! Tesis Budi Darma terbukti di Indonesia.

Sampai hari ini pun aku tak habis pikir — kenapa Jokowi seperti itu. Lebih aneh lagi, orang seperti Efron Bayern dan Teguh Budi Wobowo, dua sahabat terbaikku di FB, alumni UGM, tetap membela Jokowi. Dan orang seperti Efron dan Teguh ternyata buaanyaak sekali. Kesambet massal, pinjam istilah Cak Nun.

Ini benar-benar luar biasa. Penipuan dan keculasan terjadi secara nasional. Itulah fakta yang lebih fiksi dari fiksi yang kini terjadi di Indonesia. Itulah jawabanku untuk Prof. Johana!

_____*Syaefudin Simon adalah kolomnis dan penulis lepas

Koperasi di Muhammadiyah Tak Risau dengan Terbitnya UU Nomor 4/2023

0

BANJARNEGARA (eksplore.co.id) – Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) mengingatkan kalangan BTM di seluruh Indonesia agar tak perlu risau terhadap hadirnya regulasi baru microfinance (lembaga keuangan mikro) pasca terbitnya UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Di UU itu disebutkan ada 2 bentuk koperasi syariah yaitu; close loop dan open loop.
Jauh sebelum terbitnya UU P2SK tersebut, Muhammadiyah dengan koperasinya bernama BTM telah mempraktikkan close loop bernama Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) dengan izin dari Kementerian Koperasi dan UKM. Satu lagi, koperasi dengan status open loop bernama Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang bernaung di bawah izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Semua itu berjalan dengan baik dan tak merasakan keanehan sama sekali. Dengan demikian secara teknis kami tak mempersoalkannya regulasi itu,”kata Ketua Induk BTM Drs. Achmad Su’ud, M.Si pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) BTM Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (7/03/2024), di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menurut Suud, umplementasi BTM close loop atau open loop di komunitas Persyarikatan disesuaikan dengan kemampuan, kondisi dan kearifan lokal masing – masing. Karena, konsep tersebut sama – sama baiknya untuk pengembangan BTM. Bahkan terkait konsep open loop sudah banyak wacana KSPPS BTM yang asetnya besar – besar ingin “hijrah” ke open loop karena dinilai baik untuk pengembangan BTM ke depannya. Apalagi open loop mampu melayani anggota dan non anggota dengan jumlah pembiayaan yang besar, misal untuk sektor industri, distribusi, transportasi, dan properti.

“Jadi prinsip kami dalam mengelola BTM itu bukan soal close loop atau open loop, tapi bagaimana mengelola koperasi syariah dengan manajemen mandiri, profesional, kompeten, dan mengedepankan prinsip – prinsip syariah,” kata Suud lagi.

Salah satu isu yang mendorong penerbitan UU P2SK adalah masih rendahnya perlindungan konsumen di sektor keuangan. UU P2SK mengamanatkan agar seluruh industri sektor jasa keuangan termasuk Koperasi simpan pinjam yang bergerak di sektor jasa keuangan dan syariah untuk mengedepankan aspek perlindungan konsumen dan literasi keuangan. Tujuannya, agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan.

Terbitnya UU P2SKS memberikan konsekuensi bagi pemetaan KSP/ KSPPS yang menjalankan kegiatannya murni dari, oleh, dan untuk anggota (close loop) atau yang berkegiatan di sektor jasa keuangan (open loop), lalu segera diserahkan kepada OJK untuk diregulasi lebih lanjut.

Dengan adanya regulasi ini maka secara tidak langsung masa depan koperasi syariah khususnya yang bergerak di sektor jasa keuangan untuk menyesuaikan diri. Dampaknya bagi pengambil kebijakan publik, ada aturan mekanisme yang jelas dalam mengawasi dan mengontrol keberadaan koperasi dan koperasi syariah dalam melayani dan mencegah tindak penyalahgunaan.

Munculnya berbagai regulasi – regulasi tentang microfinance tersebut akan mengubah masa depan microfinance di Indonesia, khususnya koperasi yang bergerak di simpan pinjam. Ketika terbit UU No 1 Tahun 2013 telah banyak berdiri namanya Koperasi LKM /LKMS di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (bS)

Kesulitan Bikin Laporan Keuangan Koperasi Buat RAT, Permenkop 2/2024 Solusinya

0

YOGYAKARTA (eksplore.co.id) – Ini upaya Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) membantu koperasi yang selama ini kesulitan menyusul laporan keuangan.

Laporan keuangan itu diperlukan sebagai pertanggungjawaban pengurusan dalam rapat anggota tahunan (RAT). KemenkopUKM telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop) Nomor 2/2024 tentang Kebijakan Akuntansi Koperasi. Permenkop tersebut membuat petunjuk tentang bagaimana koperasi menyusun laporan keuangan sesuai standar akuntansi.

Saat ini KemenKopUKM telah mengembangkan platform Online Data System (ODS) Koperasi. Di situ terdapat fitur laporan keuangan agar memudahkan pengurus koperasi dalam melaporkan kinerja keuangannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Teknologi Informasi (KTI) KemenKopUKM Budi Mustopo menjelaskan, selama ini banyak koperasi aktif yang belum mampu menyusun laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi. Hal ini menjadikan pengurus koperasi kesulitan dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota koperasi saat RAT.

“Dengan terbitnya Permenkop Nomor 2 tahun 2024 ini kami harap koperasi dapat menyusun laporan keuangan secara tertib, transparan, dan akuntabel,” kata Budi saat membuka acara Workshop Sinkronisasi Pengayaan Data Koperasi di Yogyakarta, Rabu (6/3/2024).

Dia menjelaskan, KemenKopUKM melalui Biro KTI sedang mengembangkan dan memutakhirkan ODS untuk melengkapi beberapa fitur. Pemutakhiran ini dibutuhkan agar akses koperasi terhadap ODS bisa semakin mudah dan lancar khususnya terkait dengan mekanisme pelaporan keuangan secara online.

“Kami berharap permasalahan yang selama ini muncul pada koperasi dapat terselesaikan, sehingga tingkat kepatuhan dalam pelaporan semakin baik agar koperasi semakin berkualitas dan berdampak pada perekonomian nasional,” kata Budi.

Diakuinya, data koperasi aktif dan sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) yang tercatat oleh ODS di seluruh Indonesia saat ini kerap tidak sesuai. Hal ini terjadi karena dalam pengesahan hingga perubahan Anggaran Dasar Koperasi kerap tidak melaporkan ke dinas atau instansi terkait.

Itu sebabnya, Budi berharap agar pengurus koperasi dapat tertib administrasi dengan aktif memberikan laporan kepada dinas terkait adanya perubahan substansial di koperasi yang bersangkutan.

“Kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar, sehingga harus menjadi koreksi kita bersama untuk memperbaikinya agar di kemudian hari tidak terjadi lagi,” kata Budi.

Berbicara di acara yang sama, Kepala Bidang Tata Kelola Koperasi KemenKopUKM Khaerul Bariyah menambahkan, di dalam Permenkop Nomor 2/2024 ini diatur tentang standardisasi dan kebijakan akuntansi yang harus digunakan oleh koperasi hingga batasan waktu pelaporan keuangan tahunan/periodik.

“Dengan adanya Permenkop Nomor 2/2024, saya harap pengurus koperasi mulai tertib administrasi dengan secara rutin memberikan laporan keuangannya dengan sistem yang disediakan agar terhindar dari sanksi,” ujar Khaerul.

Dia menjelaskan pula, tidak semua koperasi memiliki kompetensi yang sama dalam hal penyusunan laporan keuangan. Untuk itu dengan hadirnya ODS yang nantinya disempurnakan ini diharapkan menjadi jawaban pasti bagi koperasi untuk memiliki sistem pelaporan keuangan yang prudent.

Khaerul berharap, dinas terkait juga turut membantu menyosialisasikan dan mendampingi secara intensif khususnya bagi koperasi- koperasi kecil dalam menyusun laporan keuangan melalui ODS.

“Kami akan gencar melakukan sosialisasi ke dinas maupun ke koperasi namun memang tidak mungkin bisa dilakukan ke-34 provinsi. Jadi kami mohon bantuan dan sinergi dari seluruh dinas yang membidangi koperasi yang ada di seluruh Indonesia untuk membantu menyosialisasikan aturan ini,” kata Khaerul mengakhiri pernyataannya. (bS)

Backlog di Yogyakarta dan Usulan Solusinya

0

MENURUT data yang diperoleh dari PUPR, backlog atau kebutuhan rumah di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 265 ribu (Tribunjogja.com 31 Mei 2023). Angka yang cukup besar. Dan kecenderungannya akan makin besar akibat harga lahan yang semakin naik. Di sisi lain, UMR Yogyakarta sangat rendah, kisaran Rp2 juta dan tidak naik signifikan dari tahun ke tahun. Bila tidak dilakukan terobosan extra, hampir pasti backlog akan meningkat terus.

Rumah Subsidi

Pemerintah memiliki program rumah subsidi. Kita patut mengapresiasi program ini sebagai terobosan mengatasi backlog. Hanya saja, program ini masih banyak kendala, backlog tetap tinggi. Perlu banyak terobosan di berbagai aspek agar bisa berjalan dengan baik. Salah satu nya dengan menyederhanakan regulasi & birokrasi. Kita tahu 2 hal ini menyebabkan biaya tinggi, baik resmi maupun biaya tidak resmi. Kuota subsidi juga sebaiknya ditambah, walaupun ini kewenangan pusat.

Bank

Peran perbankan sangat diharapkan dalam proyek besar ini. Mulai pembebasan lahan sampai rumah jadi & dibeli konsumen. BPR atau Bank Perkreditan Rakyat dapat berperan dalam bridging, menjembatani pembelian lahan oleh developer, sebelum bank konvensional mengambil alih kredit. Setelah itu developer dapat mengambil kredit ke BPR lagi untuk pembayaran lahan berikutnya. Dengan pola bertahap sistem ini dapat dijalankan.

Hampir semua pembelian rumah dengan cara kredit atau KPR. Peran perbankan sangat penting di sini. Diharapkan akan semakin mudah konsumen mengajukan KPR. Mungkin persyaratan nya diturunkan. Himbauan ini juga sudah disampaikan menteri BUMN dan juga dikatakan menteri PUPR.

Selama ini pekerja non formal cenderung tidak bankable. Susah dapat KPR. Perlu dipikirkan bagaimana pekerja non formal ini juga dapat fasilitas KPR. Sebagai contoh, tukang bangunan. Walaupun pinter bikin rumah, tetapi hampir tidak mungkin punya rumah bila tidak dapat warisan. Begitu juga pekerja ojek online, pedagang pasar, pedagang angkringan, petani dll.

Lokasi

Lokasi paling tepat untuk membangun rumah murah atau rumah subsidi dalam jumlah besar adalah di kabupaten Bantul. Di kota Yogyakarta harga lahan sangat mahal & ketersediaan lahan tidak mencukupi. Di Sleman juga relatif mahal. Di Kulonprogo dan Gunungkidul relatif jauh. Kita bisa lebih fokus memilih lahan.

Peran Pemerintah

Diharapkan pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten Bantul dapat menangkap peluang ini dan mengakomodasi kebutuhan akan perumahan yang terjangkau dalam jumlah besar.

Menurut undang-undang, fasilitas umum berupa jalan di perumahan subsidi ditanggung pemerintah. Apabila hal ini dijalankan dengan baik tentu akan sangat membantu suksesnya program ini.

Tidak kalah penting adalah dalam menentukan persyaratan spesifikasi teknis rumah. Ada baiknya dilakukan terobosan agar didapatkan rumah dengan harga murah tanpa mengurangi fungsi dan standar keamanan sebagai hunian. Salah satu nya penggunaan material alternatif seperti fiber cement board, hollow wall concrete, CLT dll. Rumah tidak harus tembok bata. Di Amerika mayoritas menggunakan kayu.

Desain

Perlu dilakukan terobosan di bidang desain rumah, agar dihasilkan rumah yang lebih murah, aman, nyaman. Terobosan bisa berupa arsitekturnya atau pemakaian material inovatif. Ada banyak penelitian di kampus tentang material alternatif. Kerjasama dengan universitas bisa dilakukan.

Desain kawasan juga perlu perhatian serius mengingat kawasan ini akan menjadi kota satelit. Kota baru. Dibutuhkan banyak sekali fasilitas sosial dan fasilitas umum, seperti sekolah TK SD SMP SMA, day care, pasar, food court, stadion, gedung pertemuan, taman, lapangan sarana olahraga, kolam renang, rumah ibadah semua agama, rumah sakit, danau pengendali banjir dan penyediaan air bersih, instalasi air bersih, instalasi pengolah limbah komunal, tempat pengolahan sampah, makam, area komersial, silicon valley dengan penyediaan sarana internet yang cepat kapasitas besar karena akan dihuni anak-anak muda, terminal angkutan umum.

 Sinergi

Proyek besar ini tidak akan berjalan tanpa sinergi atau kerja sama para pemangku kepentingan. Yaitu pemerintah, developer, asosiasi developer, DPRD, bank, konsultan, perguruan tinggi, kontraktor, supplier, warga & konsumen. Mereka harus fokus dan serius. Para pemangku kepentingan ini duduk bersama dalam satu tim, merancang & melaksanakan hingga selesai.

Dari jumlah backlog 265 ribu tadi, anggap saja kita mau bikin 10 ribu unit, itu hanya sekitar 4% dari angka backlog. Kecil sekali. Lahan yang dibutuhkan sekitar 100 ha. Dengan fasilitas umum 30% maka tersedia 30 ha.

Dengan asumsi harga rumah 200 juta rupiah per unit rumah maka proyek ini bernilai tidak kurang dari 2 triliun rupiah. Bukan angka kecil. Pemerintah daerah kabupaten Bantul dan warganya sangat diuntungkan dengan adanya proyek ini. Bila 1 rumah butuh 6 orang untuk membangun selama 2 bulan, makan butuh 12 man month. Dengan 10 ribu unit akan ada angka 120 ribu man month. Bila 1 tukang bergaji Rp2 juta per bulan, ada Rp240 miliar untuk tukang. Tentu warga sekitar diprioritaskan.

PAD

Dengan proyek sebesar itu tentu akan sangat berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bantul. Baik selama pembangunan maupun setelahnya.

 

Referensi

https://jogja.tribunnews.com/2023/05/31/backlog-rumah-di-diy-terus-meningkat-indikasi-penurunan-daya-beli-masyarakat

https://www.cnbcindonesia.com/market/20240304093933-17-519349/backlog-tinggi-erick-minta-btn-salurkan-kpr-untuk-15-juta-rumah.

 

___* Purwanto SP Wijoyo, developer, tinggal di Bantul.

Gerakan UMKM Muhammadiyah Perlu Dioptimalkan

0

YOGYAKARTA (eksplore.co.id) – Membentuk jaringan dalam berbagai komunitas sebenarnya sudah lama dilakukan oleh warga Muhammadiyah, termasuk jaringan usaha mikro, kecil, dn menengah (UMKM). Diharapkan, jaringan UMKM di lingkungan persyarikatan itu dapat menjadi sebuah gerakan bersama. Tujuannya agar dapat  saling mendukung  dalam ranah supply chain management (manajemen rantai pasok).

Demikian pernyataan pengurus Lembaga Pengembang (LP) – UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah; Dr. Endang Rudiatin, M.Si,  pada dialog bisnis UMKM dengan tema: Prospek Bisnis UMKM Pasca Pemilu 2024. Acara itu diselenggarakan secara online oleh BTM Business Consulting (BBC) pada Kamis (29/2/2024).

 Prospek pengembangan UMKM, lanjut Endang, sebagai sebuah gerakan dakwah sangat besar sekali. Hal ini tak lepas dari besarnya jumlah masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di usaha tersebut.  Apalagi UMKM bukan hanya berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, namun juga mengajak kepada masyarakat dalam  berwirausaha.

“Peran ini sangat strategis untuk dikembangkan oleh Persyarikatan dengan potensi jaringan komunitas dari hulu hingga hilir saat ini,” tutur Endang yang juga Ketua Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI).

Saat menyampaikan keynote speakernya, Ketua Induk BTM Drs. Achmad Su’ud, M.Si, menyatakan, untuk mendukung pengembangan UMKM, BTM bukan hanya sekadar membantu pada sisi perkuatan permodalan saja. Namun, katanya, juga memberikan pendampingan (empowerment). Hal itu ditandai dengan dibentuknya BBC.

‘’Hal ini sesuai dengan arah visi dari BTM pasca Muktamar ke – 48 di Solo – Jawa Tengah dimana peran  BTM lebih komprehensif dalam mengoptimalkan closed loop economy Muhammadiyah dengan bersinergi berbagai lembaga, majelis dan organisasi otonomi di Persyarikatan,’’ kata Suud.

Ditambahkan Suud, pengembangan UMKM di Persyarikatan,  berdampak positif dalam pengembangan bisnis pembiayaan BTM. Untuk itu BTM siap berkolaborasi secara internal dan eksternal kepada berbagai pihak.

BTM di Muhammadiyah adalah berbadan hukum koperasi dalam bentuk KSPPS (koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah) dan LKMS (lembaga keuangan mikro syariah). Namun dalam perkembangannya sudah banyak BTM – BTM di berbagai tempat melakukan metamorfosis dalam mengembangkan bisnis. Bukan hanya pembiayaan UMKM saja. ‘’Tapi juga pembiayaan industri, distribusi, property, dan transportasi. Metamorfosis pembiayaan BTM inilah yang banyak terjadi di Jawa Tengah dan di Lampung,”kata Su’ud.

 UMKM Pasca Pemilu

Sementara itu, terkait pembahasan prospek UMKM pasca pemilu 2024, Kepala Bidang Penguatan Kapasitas Aparatur Pembina UKM Kemenkop UKM,  Pristianto, SS,MM,MP, menekankan kepada para pelaku UMKM untuk terus memonitoring kebijakan  UMKM  menyongsong pemimpin baru, dengan berbagai langkah strategis. Di antaranya memahami kebijakan dan regulasi baru, memanfaatkan peluang baru, memperkuat ketahanan bisnis, meningkatkan komunikasi, dan terlibat memanfaatkan teknologi dan informatika di era digital. 

 Dalam memanfaatkan peluang baru, ujar Pristianto, penting bagi UMKM untuk mempelajari agenda dan melakukan kerjasama dalam memanfaatkan peluang bisnis. Menurut dia, tanpa meninggalkan mitigasi risiko bisnis dan selalu menyiapkan sumber daya manusia yang handal dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

“Saya rasa dengan kondisi perekonomian yang moderat saat ini diperlukan lompatan strategi UMKM  dan pemerintah telah siap untuk mendorong penguatan tersebut dalam bentuk program dari berbagai sisi,” tutur Pristianto.

Narasumber lainnya,  Founder & CEO Insite Global Corp;  Andy C Kamili menyatakan penting adanya perubahan mindset agar tak merasa sebagai pelaku usaha kecil dan menengah. Mereka adalah pelaku usaha yang memiliki kredibilitas, integritas, dan profesional tanpa meninggalkan manajemen risiko bisnis.

Karena itu dalam memasarkan produk UMKM, Andy berharap agar para pelaku UMKM tahu tentang bagaimana prosedur, suasana pasar, kebutuhan barang di suatu negara yang dijadikan  tujuan ekspor.

Paradigma inilah yang harus mereka ketahui dan bukan sekedar mendengar saja tapi benar – benar menyaksikan kondisinya langsung. Dan peran kami melakukan kurasi produk UMKM untuk menyamakan persepsi dari sudut pandang  antara pelaku UMKM dan market negara ekspor yang dituju,”ucap Andy.

 Terkait prospek UMKM Indonesia di pasar global, Andy menyarankan, agar pelaku UMKM fokus mengoptimalkan pemasaran di negara terdekat seperti Malaysia, Singapura dan ASEAN. Sehingga pelaku UMKM lebih detail tahu tentang peluang, kondisi dan prosedur market daripada ke negara yang jauh seperti di Amerika dan Eropa. 

‘’Dengan demikian secara alami akan membentuk kepercayaan diri  pelaku UMKM dalam membangun jaringan bisnis ekspor dan pasar global,’’ Andy menyudahi pernyataannya. (bS)

Postingan Terkini

Advertisement
WhatsApp chat
slot toto https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sgacor/ https://dispora.lomboktimurkab.go.id/sdemo/ http://bappedalitbang.balikpapan.go.id/assetsadmin/slotpulsa/index.html