BANDUNG (Eksplore.co.id) – Pembantaian warga Palestina di jalur Gaza oleh negara Israel mendapat kecaman dari berbagai masyarakat di seluruh penjuru dunia. Kecaman juga ditujukan kepada negara dan pihak-pihak yang mendukung tindakan Israel tersebut.

Di dalam negeri, Asosiasi Profesional Indonesia Bangkit (APIB) termasuk yang mengeluarkan kecaman tersebut. “Kami juga mengecam para WNI yang mendukung penjajahan Israel,” demikian pernyataan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APIB yang tandatangani Ketua Umum Memet Hakim dan sekjennya Fachri Airo, yang diterima Eksplore.co.id, Sabtu (22/5/2021).

Menurut APIB, para WNI itu tidak punya empati terhadap bangsa Palestina yang bahkan sudah bertahun-tahun menjadi korban pembantaian tentara Israel. “Para WNI itu tak memahami UUD 1945 yang dalam pembukaannya menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Lagi pula, ini kata Memet, Palestina merupakan negara yang paling awal membantu dan mendukung kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1945. “Karena itu kami menyambut baik dan mendukung perjuangan rakyat Palestina, semoga negara itu segera merdeka sepenuhnya dan menjadi negara yang aman, adil, dan makmur,” katanya.

Menurut APIB, upaya merusak Masjidil Aqsha serta membantai ratusan warga Palestina merupakan perbuatan yang biadab dan tidak dapat ditoleransi. “Oleh karena itu kami Pengurus APIB minta Tuan Yahya Staquf sebagai perwakilan Yahudi di Indonesia agar minta PM Israel Netanyahu menyetop pembunuhan massal terhadap umat Islam di Palestina,” kata Memet.

Seperti dinyatakan APIB, pembantaian rakyat Palestina merupakan konspirasi Israel, AS, dan Jerman untuk menghancurkan Islam. Termasuk yang terjadi di Iran, Tunisia, Myanmar, Lybia, juga Syria.

Melalui Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, APIB mengingatkan Kanselir Jerman yang dijuluki sebagai Bunda Theresa dari Berlin tidak lupa bahwa Palestina adalah korban pembunuhan kaum zionis Israel. “Tapi mengapa Teve Jerman selalu menyebut Hamas sebagai kelompok Islam radikal. Padahal bukankah Jerman selama ini menjadi negara yang menjunjung tinggi HAM.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedubesnya di Jakarta juga diingatkan APIB, kekejaman Israel. “Mengapa sebagai sekutu, AS mendiamkan Israel yang selalu membunuhi anak-anak dan perempuan Palestina dan itu masuk pelanggaran HAM berat,” kata Memet menjelaskan.

Yang terus, APIB mendukung Pemerintah Turki yang mengkoordinasi bantul militer dan non-militer dari negara-negara Islam di sekitar Palestina untuk menjaga  Palestina dari serbuan Israel,” katanya lagi. (BS)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini