oleh Iko Musmulyadi*

TEGAS. Menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Indonesia. Itu salah satu butir pernyataan sikap PKS dalam sidang Majelis Syuronya baru-baru ini.

Bisa jadi, kasak-kusuk Istana mencari celah dan cara agar masa jabatan Presiden Jokowi mulus diperpanjang, tercium tajam hingga TB Simatupang, markas PKS. Malah bukan lagi bisik-bisik, anak buah Jokowi jelas-jelas memberikan pernyataan terbuka di publik.

Adalah Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia yang memberikan klaim sepihak bahwa kalangan pengusaha mendukung perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo hingga 2027, artinya tidak ada pemilu pada 2024. Hal itu disampaikan Bahlil saat menjadi narasumber dalam sebuah diskusi di Jakarta.

Isu perpanjangan masa jabatan Presiden memang pernah mengemuka sebelumnya, semakin kesini jelang 2024 semakin santer. Pihak Istana nampak mulai berani dan terang-terangan, menyuarakan melalui kaki tangannya.

Keinginan Jokowi memperpanjang masa jabatan Presiden, mengindikasikan secara kuat bahwa kekuasaan cenderung dipertahankan oleh yang berkuasa. Sejalan dengan pendapat psikolog Sarlito Wirawan Sarwono dalam bukunya psikologi sosial, yang mengutip pendapat psikolog  Anderson dalam penelitiannya terhadap masyarakat Jawa yakni”Orang dapat berusaha mencari kekuasaan dan mempertahankannya mati-matian, karena dianggapnya sekali kekuasaan itu sudah berpindah tangan, sulit untuk merebutnya kembali”.

Menteri jangan memposisikan diri sebagai antek-antek rezim berkuasa. Harus taat azas, taat aturan, taat konstitusi. Jangan jadi corong penguasa untuk sesuatu yang berpotensi menciderai semangat reformasi.

Menteri Bahlil justru seharusnya mengingatkan Presiden Jokowi konsisten dengan konstitusi. Pasal 7 UUD 1945 menyatakan, Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.
Bahlil jangan sampai Bahlul.

*Iko Musmulyadi adalah Presiden Forum Cilegon (FC)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini