Jakarta, (Eksplore.co.id) – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Univeritas Krisnadwipayana (BEM -Unkris) Dwiki Hendra Saputra, menyesalkan, adanya aksi demo yang terjadi pada 24 Agustus 2021 di depan Gedung Rektorat UNKRIS dengan mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa. Anehnya, dari peserta demo tersebut tak jelas asal mahasiswa dari kampus mana. “Tapi kalau melihat almameter yang digunakan adalah Almameter UNKRIS jadi jelas tidak dapat disebut sebagai aliansi Mahasiswa, apalagi BEM Unkris tidak mendukung adanya aksi tersebut,”ujar Dwiki.

Aksi aliansi mahasiswa tersebut menjadikan keprihatinan berbagai pihak, bukan hanya BEM tapi juga pengurus yayasan Unkris, pimpinan rektorat, civitas akademika, dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Hal ini tak lepas dari manajemen UNKRIS yang selama ini mengedepankan komunikasi secara kekeluargaan, dan juga mengedepaknan sistem manajemen organisasi di Unkris dalam menangani setiap persoalan.

Mensikapi adanya aksi demo tersebut, Dwiki yang juga di dampingi Gerry Ketua DPM , menyatakan sikap bahwa peristiwa tersebut diluar tanggung jawab BEM dan DPM UNKRIS alasannya karena tidak pernah ada diskusi atau aspirasi sebelumnya. Untuk itu, BEM dan DPM UNKRIS menyatakan sikap bahwa aksi tersebut adalah di luar sistem yang ditetapkan dan di jalankan selama ini.

Sebagai lembaga aspirasi mahasiswa, BEM dan DPM UNKRIS sejauh ini sangat terbuka dalam menampung seluruh aspirasi yang datang dari mahasiswa. Dengan adanya aksi yang telah terjadi, maka dengan tegas BEM dan DPM UNKRIS menyatakan sikap tegas dan tertulis bahwa mahasiswa mendukung penuh kebijakan yang saat ini sudah berjalan dengan sangat baik yang dijalankann oleh pengurus yayasan, rektorat dan jajaran civitas akademika.

Hal senada juga disampaikan Ketua Yayasan UNKRIS, Amir Karyatin SH, dengan tegas menyayangkan sikap aksi mahasiswa beberapa waktu yang lalu adalah aksi diluar sistem yang ada.

Lebih lanjut disampaikan Amir, bahwa mahasiswa adalah generasi muda yang seharusnya membiasakan diri mentaati sistim yang sudah disepakaiti sebagai aturan bersama, bisa dibayangkan jika aturan bersama yang merupakan kebijakan ini terus dilanggar, karena ingin memaksakan kehendak, tanpa melihat dampak lanjutan yang dilakukan sungguh ini menjadi hal yang sangat ironis, mengingat generasi muda khususnya mahasiswa adalah generasi terdidik harapan masa depan bangsa.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini