SERANG (eksplore.co.id) – Bahaya narkoba masih menjadi ancaman menakutkan terutama bagi generasi muda, utamanya para pelajar. Usia remaja yang sedang bertumbuh dan mencari jati diri. Mereka perlu dibekali hal-hal yang positif, kreatif, dan produktif sesuai usia dan kemampuannya.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi civitas akademika Pondok Pesantren Darul Anwar Yang Ada di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang menggelar Seminar Bahaya Narkoba pada Sabtu 23 Oktober 2022. Selain menimba ilmu umum dan agama di pondok, para santri juga perlu dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman tentang apa dan bagaimana narkoba.

Seminar diikuti oleh lebih dari 100 santri baik dari SMP Islam maupun Madrasah Aliyah (SLTA) Darul Anwar. Hadir juga unsur Dewan Guru, Kepala SMP Mamat Sholahuddin, S.Kom dan Kepala MA Ade Isroiyah, S.Ag, M.Pd. Sedangkan sebagai narasumber seminar yaitu Mia Marina B, SP dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon.

Dalam sambutannya Ade Isroiyah mengatakan, acara seminar ini sebenarnya sudah lama direncanakan dan dipersiapkan jauh-jauh hari. Menurut Ade, materi itu begitu pentingnya sebagai upaya untuk menjaga generasi Islam khususnya santri Darul Anwar terhindar dari jerat bahaya narkoba.

“Alhamdulillah dengan izin Allah seminar Bahaya Narkoba dengan tema “Kupas Tuntas Narkotika untuk Menyiapkan Generasi Islam yang Sehat Jasmani dan Rohani” dapat terselenggara pada hari ini”, ujarnya.

Senada dengan Ade Isroiyah, Kepala SMP Darul Anwar Mamat Sholahuddin juga menegaskan maksud dan tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk mencegah dan melindungi para santri agar tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba. “Apalagi dunia hari ini dengan kemajuan teknologi dan informasi, apapun bisa dipesan dan dibeli secara online. Termasuk transaksi narkoba. Ini jangan sampai dilakukan oleh anak-anak kita,” tegasnya.

“Hari ini alhamdulillh kita bisa menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk berbicara soal narkoba. Dengan harapan selain menambah wawasan santri juga yang paling penting adalah santri terlindungi dari bahaya narkoba,”  imbuhnya.

Sebagai pembicara, Mia Marina mengawali pemaparan dengan menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba termasuk kategori kejahatan yang luar biasa. “Ada dua yang termasuk kejahatan luar biasa yaitu narkoba dan narkolema (narkoba lewat mata) atau yang disebut pornografi,”  paparnya.

Mia menjelaskan, keduanya sangat berbahaya hingga merusak atau mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang.  tegasnya lagi. Ada beberapa dampak negative akibat penyalahgunaan narkoba pada remaja, di antaranya, perubahan sikap pada diri remaja, perangai dan kepribadian, emosi tidak terkontrol seperti mudah marah dan tersinggung, dan adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja.

Narasumber juga menjelaskan ada sejumlah bahaya narkoba yang tidak bisa disepelekan begitu saja seperti menurunkan kesadaran, yang dapat berujung pada hilang ingatan, mengalami dehidrasi, mengubah sel di otak, hingga mengganggu kualitas hidup, dan kematian.

Pemaparan narasumber berlangsung selama kurang lebih satu jam itu, mendapat sambutan dan antusiasme dari peserta. Hal ini terlihat dari adanya respon berupa pertanyaan yang diajukan oleh santri. (iko m)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini