Advertisementjadwal-sholat
Beranda blog

Ditangkap Polisi Jerman

0
Abu Hanifah, duduk, saat berkunjung ke Spanyol, saat sudah pensiun sebagai staf khusus Menteri Perindustrian (dok pribadi/Eksplore.co.id)

catatan Abu Hanifah*

PADA mulanya saya sangka tdk akan diikutkan pindah ke sebelah, Departemen Perindustrian. Ternyata keliru. Menteri Fahmi Idris menugaskan saya untuk menghubungi Sekjen Departemen Perindustrian, Agus Tjahayana agar menyiapkan acara serah terima jabatan. Seusai acara dengan Menaker Erman Suparno di Depnakertrans, langsung serah terima jabatan dengan mantan Menteri Perindustian Andung A Nitimiharja. Kemudian lanjut Rapim pada jam 19.00.

Tugas pokok saya sebagai Staf Khusus Menteri, adalah Hubungan Antar Lembaga. Baik ke dalam maupun keluar. Terutama membina hubungan baik dengan DPR-RI, Komisi VI mitra kerja Departemen Perindustrian. Mendampingi menteri ketika menerima tamu dan mendampingi menteri dalam berbagai kunjungan. Selalu berkordinasi dengan eselon satu untuk berbagai program yang melibatkan menteri dalam acara-acara seremonial

Pernah melakukan kunjungan ke Palu, Sulawesi Tengah. Dimana, Departemen membangun Proyek Rotan. Dan Pusat Inovasi Industri Rotan. Bersama Pusat Industri Rotan di Jerman, mengadakan pendidikan alih kemampuan di bidang desain mebel rotan. Sesuai dengan kebutuhan pasar Eropa. Dr. H. Dedi M, sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), Departemen Perindustrian telah mengikutsertakan hasil kerja peserta didik di pameran akhir tahun di Jerman.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Fauzi Aziz tidak pernah lelah melakukan pembinaan kepada industri kecil di tanah air. Usaha kecil pembuat cendera mata (pisau) di Bali, diberi bantuan peralatan kerja. Di Kalimantan dan Sulawesi melakukan pembinaan usaha kecil pembuatan batik. Sehingga setiap bulan sebagai Staf Khusus saya ikut mendampingi Dirjen IKM bertemu dan berdialog dengan usaha kecil di daerah-daerah.

Perjalanan ke Luar Negeri
Beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Baik bersama menteri atau tidak. Apabila ke luar negeri saya selalu usul agar mengajak kawan-kawan anggota DPR-RI, Komisi VI. Bila menteri setuju, maka tugas saya menentukan orangnya. Pernah ke Jepang dan Seol Korea bersama Zulkifli Hasan (Fraksi PAN) dan Agus Hermanto (Fraksi Demokrat). Sewaktu ke Beijing China mengajak Anwar Sanusi (PPP) dan Hamzah Sangaji (Golkar).

Pernah ke Wina, transit di Frankfurt, Jerman. Menteri dan Ibu Kartini Fahmi Idris sudah duluan keluar pesawat. Giliran saya keluar pesawat ada polisi secara acak memeriksa, pasport. Entah bagaimana, saya yang diperiksa.

Ternyata pasport saya tidak ada visa shengennya. Hanya ada visa utk Wina tok. Saya langsung ditangkap Polisi. Saya ketakutan.Untung ada Asep dari Konjen RI di Frankfurt. Dia menjelaskan bahwa saya hanya transit. Polisi bilang (tentu dalam bahasa Jerman), saya akan dikawal ke ruang tunggu penumpang yang akan terbang ke Wina.

Menteri Fahmi ada juga jailnya. “Hebat Abu, di kawal dua polisi. Saya yg menteri saja tdk dapat pengawalan.” Saya hanya bisa cengengesan dikerjai menteri. Sambil berkata, “Untung tidak di borgol bang.”

Pernah ke Washinton DC, Amerika Serikat. Untuk menghadiri seminar Perubahan Iklim dari Bank Dunia. Berangkat dengan staf dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Departemen Perindustrian Sdri Bekty. Saya tugaskan dia urus tiket pesawat SQ. Sekaligus pesan makanan seafod di dlm pesawat. Agar tidak termakan barang haram. Saat mau pulang ke Indonesia, setelah lepas landas di DC. Ternyata pesawat balik lagi ke bandara.

Dijelaskan bahwa ada pesawat yang ditumpangi Paus. Sehingga seluruh pesawat tidak boleh terbang, sampai Paus terbang jauh. Akibatnya, pesawat kita, telat mendarat di New York. Pesawat SQ yang akan ditumpangi telah terbang. Anggota rombongan ada dari Deplu, Depkeu, dari Garuda. Kemudian kami difasilitasi nginap di hotel Holiday In, New York, atas biaya SQ, dan sore besok baru akan terbang utk balik ke Jakarta via Singapore.

Saya minta anggota rombongan dari Deplu menghubungi kantor perwakilan di New York, untuk pinjam mobil. Maka hari itu kami keliling melihat reruntuhan gedung kembar WTC yang ditabrak pesawat dalam peristiwa 9 September. Keliling Manhattan, melihat patung Liberty sebelum ke bandara untuk naik SQ balik Jakarta. Ternyata ada hikmahnya terlambat pesawat. Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm [53] : 39). (diajak Menteri kuliah lagi).

Salam dari Mutiara Baru.
Rabu. 2 September 2020.

*abu hanifah, mantan staf khusus Menteri Perindustrian

Pemerintah Sadari Pasar Lokal Dibanjiri Produk Impor

0

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Pemerintah menyadari saat pasar domestik banyak dibanjiri produk impor. Jika tak segera diantisipasi, dikhawatirkan produk lokal terutama sektor UMKM bakal kalah bersaing dan tidak kompetitif. Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Koordinasi Rencana Strategis Nasional Pengembangan UMKM di kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Menurut Teten, pasar domestik saat ini sudah dibanjiri produk impor yang memiliki daya saing kuat dengan harga kompetitif, lewat pasar e-commerce. “Produk UMKM kita harus bisa bersaing dengan produk impor tersebut. Makanya, kita harus memperkuat UMKM, baik dari sisi daya saing hingga kualitas produknya,” kata Menkop.

Di hadapan perwakilan 18 kementerian, perbankan dan lembaga keuangan BUMN, Teten pun meminta seluruh kementerian dan lembaga yang melakukan pembinaan dan pengembangan UMKM. Mereka juga diminta menghilangkan ego sektoral dengan melakukan kolaborasi dan sinergi yang baik antarkementerian. “Kita sudah harus melakukan konsolidasi program di tingkat lapangan dengan komitmen kuat. Kita harus memiliki One Gate Policy untuk pemberdayaan UMKM yang sekarang menyebar di 18 kementerian,” tutur Teten. 

Bila dibandingkan dengan negara lain, lanjut Teten, kontribusi ekspor UMKM Indonesia masih rendah, yaitu hanya 14% saja. Bandingkan dengan Vietnam yang sudah 17%, Malaysia di atas 20%, Thailand di atas 30%, Jepang 55%, dan China 70%.

Mantan aktivis anti korupsi ini berharap, konsolidasi program antarkementerian akan diarahkan pada konsolidasi pembiayaan agar terarah untuk sektor produksi dan unggulan. “Selain itu, UMKM juga harus kita konsolidasikan ke arah value based komoditi. Kita banyak memiliki kekayaan sumber daya alam hayati. Saya berharap UMKM tidak melulu main di pasar lokal,” tegas Menkop dan UKM.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki banyak potensi produk untuk pasar ekspor yang berbahan baku lokal, seperti perikanan, pertanian, dan furnitur. “Kita perlu masuk ke global value chain karena kita perlu devisa masuk dengan membangun produk berorientasi ekspor dan substitusi impor. Tahun depan, jangan ada lagi impor cangkul dan alat pertanian lainnya,” tukas Teten lagi.

Karenanya dia optimistis, pengembangan UMKM bisa terukur dan terarah bila dilakukan secara bersama seluruh kementerian dan lembaga yang ada. “Kita harus melakukan konsolidasi dan agregasi UMKM, dengan target dan komitmen yang jelas. Sehingga, kapasitas usaha dan daya saing UMKM bisa meningkat dan struktur ekonomi kita yang selama ini berbentuk piramida bisa menjadi lebih adil lagi,” tandas Teten.

Mantan kepala staf kepresidenan ini menambahkan, Presiden Jokowi sudah menugaskan dirinya agar UMKM bisa mengambil peran lebih besar lagi dalam perekonomian nasional. Pasalnya, selama ini, pertumbuhan UMKM di Indonesia masih terbilang sangat rendah. “Banyak faktor mengapa UMKM sulit berkembang. Di antaranya, UMKM kita tidak terintegrasi terhadap supply chain. Oleh karena itu, kita akan mendorong UMKM untuk masuk ke pasar global value chain,” ucap Menkop dan UKM.

Arah Kebijakan
Sementara itu, dalam paparannya, Staf Ahli Menkop dan UKM Bidang Ekonomi Makro Hanung Harimba menekankan, arah kebijakan pengembangan UMKM ke depan akan difokuskan pada produk yang berorientasi ekspor dan substitusi impor, pendekatan kelompok, dan lintas sektoral, hingga penanganan sesuai karakteristik dan level usahanya. “Kalau dilakukan secara sendiri-sendiri kurang efektif, maka kita butuh koordinasi dan sinergi yang baik antara kementerian,” jelas Hanung.

Nantinya, lanjut Hanung, agenda perubahan akan menciptakan integrasi UMKM dalam global value chain, UMKM naik kelas, melahirkan enterpreneur baru, hingga modernisasi koperasi. “Kita harus membangun sistem market intelejen berbasis Big Data, termasuk penguatan sistem logistik yang harus terintegrasi agar lebih efektif. Kita butuh One Data UMKM Policy antar kementerian dan peningkatan koordinasi dengan Pemda,” kata Hanung.

Dia menjelaskan, ada enam program strategis bagi pengembangan UMKM di Indonesia. Yaitu, perluasan akses pasar, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha, meningkatkan daya saing, pengembangan kapasitas manajemen SDM, dan koordinasi lintas sektoral. “Kita akan mendorong local branding untuk go international. Di samping itu, pengadaan barang pemerintah pusat dan daerah memakai produk UMKM yang akan kita masukkan dalam e-katalog,” pungkas Hanung. (ban)

Menkop: Cegah Kapitalisme, BUMDes Harus Berbentuk Koperasi

0

MAKASSAR (Eksplore.co.id – Saat ini faham kapitalisme telah menembus seluruh ruang ekonomi termasuk di Indonesia. Keberadaan koperasi menjadi kekuatan yang mampu memproteksi pasar dari praktik kapitalisme.  Itulah yang diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

“Koperasi bisa memproteksi ekonomi pasar dari kapitalisme dunia, yang hampir tidak ada lagi ruang yang tidak ditembus oleh mereka,” kata Menkop dan UKM saat membuka Munas Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Senin (11/11/2019) malam di Makassar. Hadir di acara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid.

Menurut Teten, kendati kapitalisme sudah menguasai pasar dalam negeri, namun penetrasi kapitalisme ke desa masih belum dominan. Itu sebabnya, program pemerintah menyalurkan dana desa hingga  Rp 1 miliar perlu dilakukan agar desa mampu berkembang melalui potensi yang dimilikinya. 

Menurutnya, perekonomian rakyat di desa harus hidup. Jangan sampai produk industri menguasai desa yang akibatnya akan menyedot dana dari desa kembali ke industri. Menteri koperasi mengatakan dana desa selama ini telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) namun diharapkan Bumdes ke depan dapat berbentuk koperasi.

“Pak Jokowi menaruh harapan Bumdes itu harus dalam bentuk koperasi. Jangan Bumdes itu dikuasai oleh elit desa. Itu bahasa Pak Jokowi,” kata Menteri dalam sambutannya.

Mengutip Bung Hatta, Teten mengatakan koperasi mengandung spirit kebersamaan, gotong royong dan keadilan. Spirit yang besar ini harus dibangkitkan kembali terutama dalam situasi ekonomi global yang sedang tidak menentu sekarang. Situasi global itu telah berdampak ke ekonomi dalam negeri terlihat dari neraca perdagangan yang tertekan, kemunduran industri, impor yang besar.

“Koperasi dan UMKM telah terbukti paling bertahan pada masa krisis tahun 1998. Saat ini, koperasi dan UMKM harus menunjukkan eksistensi dan kontribusinya bagi perekonomian nasional,” kata Teten.

Dia mengaku mendapat perintah dari Presiden Jokowi untuk mengembangkan koperasi dan UMKM. Menciptakan ekosistem bisnis dengan memberikan kesempatan yang sama untuk bersaing dengan usaha-usaha besar lainnya.  Untuk itu, perlu ada afirmasi dalam kemudahan perijinan, pajak, dan pembiayaan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid memaparkan Gerakan Panca Dekopin 2019 – 2024. Panca pertama, tentang Regulasi. Perlu ada UU tentang perekonomian nasional untuk mengimplementasikan UUD 1945 khususnya pasal 33 ayat 1.

Nurdin mengajukan agar ada revisi UU Kementerian Negara yang saat ini menempatkan Kementerian Koperasi dan UKM pada level tiga. Menurutnya, Kementerian Koperasi dan UKM seharusnya pada level dua.

Ia juga mendesak agar pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Perkoperasian untuk memperkuat eksistensi dan fungsi koperasi dalam tata ekonomi nasional, meningkatkan daya saing koperasi dan terciptanya konglomerasi koperasi.

“Koperasi tidak anti konglomerasi, tapi konglomerasi yang dituju bukanlah konglomerasi orang per orang karena hal itu tidak sesuai dengan jati diri koperasi. Konglomerasi yang hendak dicapai adalah konglomerasi koperasi,” kata Nurdin.

Kedua, tentang Kebijakan. Nurdin menyampaikan perlunya sebagian dana desa turut dikelola oleh koperasi. “Hal ini untuk optimalisasi pemanfaatan dana desa demi kesejahteraan masyarakat desa, sehingga tercipta lapangan kerja dan kewirausahaan,” kata Nurdin.

Ketiga, Penguatan Kelembagaan. Hal ini terkait sinergi Dekopin Pusat, daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Selain itu melakukan modernisasi manajemen koperasi.

Keempat, Konglomerasi Bisnis Koperasi. Dilakukan lewat pengembangan inti plasma melalui agrobisnis, pertanian, perkebunan dan koperasi menjadi home industry bagi skala pabrik, koperasi dapat mengembangkan usaha-usaha baru.

Kelima, Pemberdayaan UMKM di lokasi wisata maupun buruh, petani di daerah penyangga destinasi wisata. (ba5)

Ketua Meninggal Akibat Covid-19, Muscablub Hipmi Sukoharjo Pilih Penggantinya

0

SUKOHARJO (Eksplore.co.id) – Tak ingin Kepengurusan Badan Pengurus  Cabang  Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Kabupaten Sukoharjo tanpa nakhoda setelah meninggalnya Joko Yulianto Akibat covid-19. Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Hipmi Sukoharjo berhasil memilih Agung Dirmansyah menjadi Ketua BOPC Hipmi Sukoharjo Antar waktu 2021-2024.

Agung terpilih secara aklamasi Dalam Muscablub Yang digelar Sabtu (24/7/2021) di Resto Bali Solo Jajar, Solo. Muscablub juga diadakan secara virtual dan diikuti sekitar 30 orang anggota.  Acara itu dihadiri langsung Pengurus Harian BPC Hipmi Sukoharjo dan Ketua BPD Hipmi Jawa Tengah Ananta Wijaya Putra. Ananta langsung mengukuhkan Agung sebagai Ketua BPC Hipmi Sukoharjo.

Agung Dirmansyah menyatakan, setelah  vakum 15 tahun kini BPC Hipmi Sukoharjo  mulai bangkit kembali meski di tengah pandemi covid-19. Hal ini ditandai terpilihnya almarhum Joko Yulianto sebagai Ketua Periode 2021-2024.

“Salah satu agenda dan wasiat almarhum  akan  kita tetap  lanjutkan salah  satunya  untuk menumbuhkembangkan  minat generasi  muda saat  ini untuk berwira usaha, dengan membentuk start up wirausaha baru  yang  nantinya akan kita mentori,’’ ujar Agung.

Diakui Agung, ada keterbatasan untuk mengadakan berbagai acara  di masa pandemi covid-19. Namun, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan metoda virtual, roda  organisasi terus  berjalan. Salah satunya dengan membentuk usaha  rintisan berupa start –up. “Bisnis mulai dari masa inkubasi dan mentoring hingga,   sampai pada pendanaan   untuk  mewujudkan  WUB, wirausaha baru,” kata Agung.

Dengan rebranding kearifan lokal yang ada di Sukoharjo, Hipmi ingin mewujudkan  sebagai pusat jamu nasional. Saat ini minat dan kesadaran herbal di kalangan masyarakat sangat tinggi. “Hal ini menjadikan tantangan tersendiri  bagi BPC HIPMI Sukoharjo ke depan,’’ tegas Agung.

BPC Hipmi Sukoharjo  juga  ikut berperan aktif  dalam memantau  iklim usaha  melalui  ekosistem bisnis yang sedang berkembang di Sukoharjo. Caranya, dengan mengawal proses  perizinan para  pengusaha muda membentuk  badan hukumnya, hingga produknya punya hak paten. (bs)

Saat PPKM, Pengusaha Solo ini Bagi-bagi Beras dan Paket Makanan Siap Saji

0

SOLO (Eksplore.co.id) – Semenjak pandemi covid-19 melanda di Indonesia, banyak warga mengalam kesulitan ekonomi. Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang Bevan Ekonomi tidak menjadi ringan, tapi justru makin berat.

Pengusaha Solo Tri Joko Santoso brupaya ikut meringankan beban masyarakat sekitarnya. Dia membagikan 2 ton beras dan 15 Ribu paket makanan siap saji selama sebulan penuh. Joko Santoso yang juga pegiat sosial ini juga memberikan 10 ribu masker untuk menjaga protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Bantuan beras sebanyak 2 ton tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang (PC) Nadatilul Ulama (NU) Solo. Kepada PCNU Solo, Joko juga menyerahkan 5 ribu masker. Sumbangan itu diterima langsung oleh Ketua PCNU Mashuri, di kantor PCNU di Jl Honggowongso, Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Kamis (22/7/2021, pagi.

Sementara itu Mashuri mengatakan, bantuan tersebut akan langsung disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang terdampak pandemi covid-19. “Kami mewakili PCNU Solo, mengucapkan terimakasih kepada Bapak Tri Joko Santoso, yang telah mempercayakan PCNU, untuk menyalurkan bantuan ini ke masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini akan sangat bermanfaat dan menjadi ladang amal untuk Pak Tri,” ungkap Mashuri.

Selain memberikan bantuan beras Dan masker, Joko juga menyiapkan bantuan 15 ribu paket makanan siap saji. “Setiap hari makanan akan dibagikan di 5 kecamatan, yakni, kecamatan Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon, Jebres, dan Kecamatan Serengan. Masing-masing kecamatan 100 bungkus setiap hari selama sebulan penuh ,” jelas Tri Joko.

Bantuan makanan siap saji tersebut akan disalurkan melalui Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan dikelola Barisan Ansor Serba Guna (Banser) NU Solo.

Menurut ketua PC GP Ansor Solo H Arif Syarifudin, GP Ansor Solo, sangat bangga kepada Tri Joko Santoso, yang dengan ikhlas membantu masyarakat yang saat ini sangat membutuhkan bantuan.

“Kami sangat bangga kepada Pak Tri, sifat kepeduliannya pada masyarakat kecil patut diacungi jempol. Terlebih Pak Tri, juga merupakan anggota kehormatan GP Ansor dan Banser, sehingga apa yang dilakukannya bisa menjadi tauladan,” terang Arif.

Pendistribusiannya nanti, imbuh, Arif, akan dimulai Senin, 26 Juli , dengan mendirikan posko posko bantuan di tiap-tiap Kecamatan. Siapapun yang membutuhkan makanan, dipersilakan mengambil.

Selain PCNU, bantuan 1 ton beras dan 5 ribu masker juga diberikan kepada Yayasan Mega Bintang Solo. Serah terima erah terima bantuan langsung diterima oleh Dewan Pembina Yayasan Mega Bintang Mudrick Sangidoe.

Dalam kesempatan itu, Mudrick, mengaku bangga dan juga terharu, atas kepedulian Pak Tri, pada masyarakat yang saat ini membutuhkan uluran tangan. Modrick berharap, ada Pak Tri – Pak Tri yang lain, yang juga memiliki kepedulian kepada masyarakat, terlebih saat PPKM diperpanjang ini.

“Mewakili Yayasan Mega Bintang, kami mengucapkan terimakasih kepada Pak Tri, atas bantuannya berupa 1 Ton beras dan 5 Ribu masker. Kami sangat apresiasi sifat kedermawanan Pak Tri, yang sangat memperhatikan wong cilik. Semoga yang dilakukan dapat diikuti pengusaha-pengusaha lain di Kota Solo,’ujar Modrick.

Di Yayasan LBH Mega Bintang, Tri Joko Santoso, juga tercatat sebagai Penasehat Yayasan dan juga menjadi salah satu pendiri Mega Bintang Law Firm 1997 bersama Mudrick Sangidu dan Priyatno.

Dalam kesempatan tersebut, Modrik Sangidoe memberikan piagam penghargaan kepada Tri Joko Santoso atas dedikasi dan sumbangsihnya dalam membantu wong cilik.

Saat ditanya awak media terkait bantuan tersebut, Tri Joko Santoso, menyampaikan permohonan maaf karena hanya dapat membantu sedikit. Meski demikian, yang sedikit ini dapat meringankan kesulitan masyarakat di masa pandemi.

“Di masa pandemi, seperti saat ini sudah pasti semuanya mengalami situasi sulit. Sehingga kita harus bergandengan tangan dan bangkit dengan saling membantu dan gotong royong,” tukas Tri.

Tri Joko Santoso, sengaja menyalurkan bantuan melalui ormas dan elemen masyarakat, karena tidak dapat memberikannya secara langsung ke masyarakat.

“Saya tidak mampu jika menyerahkan langsung kemasyarakat karena keterbatasan waktu dan tenaga, maka dari itu saya salurkan melalui ormas dan elemen masyarakat. Supaya bisa lebih merata dan lebih tepat sasaran,” tuturnya.

Di masa pandemi ini, Tri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berdoa memohon kepada Tuhan agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan. Jugaenghimbau masyarakat untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi covid 19.(bs)

DPR : PPKM Boleh Diperpanjang Tapi Kebutuhan Rakyat Harus Diperhatikan

0

Jakarta, (Eksplore.co.id) – Presiden Joko Widodo memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. Bersamaan dengan itu, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengimbau pemerintah segera memenuhi semua kebutuhan rakyat.

Politisi yang biasa disapa Hergun ini dalam keterangan tertulisny, Rabu (21/7/2021), melihat kenyataan di lapangan bahwa masih banyak ditemukan rakyat yang mengantri oksigen dan obat-obatan di apotek. Gesekan antara aparat dengan pedagang pun sering kali terjadi. Aparat banyak menutup aktivitas perdagangan. Sementara pedagang bersikukuh berdagang, karena tak mendapat bantuan pemerintah.

Sementara itu, wabah Corona terus menyebar dengan segala variannya. Dengan masih tingginya kasus positif Covid-19 maka sudah tepat keputusan pemerintah memperpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Namun, kata Hergun, dengan banyak masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman), pemerintah perlu melakukan tindakan-tindakan nyata. Pertama, perlu ada pendataan sehingga ada akurasi data. Pemerintah perlu mengerahkan aparat hingga ke tingkat RT untuk aktif mendata keberadaan warga yang melakukan isoman.

Kedua, Presiden Jokowi mengatakan bahwa bed occupancy ratio (BOR) telah menurun, maka masyarakat yang saat ini melakukan isoman, terutama yang kondisinya parah, perlu segera dipindahkan ke rumah sakit. Hal tersebut untuk mengurangi kasus meninggal dunia karena melakukan isoman dan juga untuk mengurangi antrian warga yang memerlukan oksigen untuk keperluan isoman.

Dan ketiga, lanjut Hergun, program obat gratis perlu segera dipercepat dan diperluas agar masyarakat yang saat ini masih isoman atau berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak menumpuk antri di apotek-apotek. Disampaikan Hergun, pemerintah juga perlu meningkatkan akurasi data penerima program bansos. Presiden sudah menyatakan menambah dana bansos sebesar Rp55 triliun. Tentu hal tersebut berdampak terhadap APBN karena akan dilakukan refocusing dan realokasi anggaran.

“Hendaknya, penambahan anggaran tersebut benar-benar sampai kepada warga yang terdampak,” ujar politisi Partai Gerindra itu. Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemberlakuan PPKM Darurat masa 3-20 Juli 2021 lalu, membuktikkan masih banyak warga terdampak yang belum mendapat bantuan pemerintah. Misalnya, lanjut Hergun, terjadinya banyak kericuhan antara aparat dengan para pedagang kecil. Mestinya hal tersebut tidak terjadi jika para pedagang tersebut mendapatkan insentif dana Rp1,2 juta.

Perlu diketahui, pada APBN 2020 dan APBN 2021 telah dialokasikan anggaran untuk mendukung para UMKM. Pada 2020 jumlah bantuan mencapai Rp2,4 juta per orang yang diberikan kepada 12 juta pelaku UMKM, sedangkan pada 2021 diturunkan menjadi Rp1,2 juta per orang yang diberikan kepada 12,8 juta pelaku UMKM. Namun sayangnya menurut laporan BPK pada 2020 ditemukan bantuan UMKM yang salah sasaran mencapai Rp1,18 triliun. Di antaranya menyasar ke ASN dan orang yang sudah meninggal dunia.

“Adanya kasus salah sasaran pada 2020 hendaknya dapat diperbaiki. Selain itu, adanya penambahan anggaran Rp55 triliun juga diimbangi dengan peningkatan kerja aparat pemerintah untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar diterima warga yang terdampak,” harap legislator dapil Jawa Barat IV itu. Menurutnya penambahan penerima bantuan usaha mikro sebanyak 1 juta orang hendaknya diprioritaskan bagi para pedagang kecil.

Hal tersebut untuk mengurangi terjadinya kericuhan antara petugas yang menegakkan aturan PPKM dengan para pedagang kecil. “Mudah-mudahan dalam 5 hari ke depan kasus positif terus menurun sehingga kebijakan PPKM Darurat dapat segera diakhiri. Para pedagang kecil seperti tukang sayuran, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya, dapat membuka usahanya dengan waktu yang lebih lama,” pungkas Hergun.

Selama Idul Adha, BSI Salurkan 3000 Hewan Kurban

0

Jakarta, (Eksplore.co.id) – Selama momen Idul Adha 1442 Hijriah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyalurkan lebih dari 3.000 hewan kurban kepada mustahik dan mitra yang membutuhkan di sekitar kantor cabang yang tersebar di lebih dari 45 area di Indonesia.

Secara rinci, jumlah hewan kurban yang disalurkan BSI pada Idul Adha tahun ini yakni sebanyak 168 ekor sapi dan 3.138 ekor kambing. Adapun penerima hewan kurban dari BSI di antaranya lembaga pendidikan, mustahik yang sesuai asnaf, masjid, pondok pesantren dan para mitra yang membutuhkan.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan Hari Raya Idul Adha 1442H pada tahun ini merupakan tahun kedua Idul Adha di tengah situasi pandemi Covid-19. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini bertepatan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia.

“Namun hal ini tentunya tidak menyurutkan semangat dan antusiasme kita semua untuk berkurban, sebagai wujud syukur serta berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita,” ujar Hery Gunardi.

Dalam kesempatan tersebut, Hery menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para mudhohi yang telah menyalurkan hewan kurbannya melalui Bank Syariah Indonesia dan Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat. BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia siap menjadi mitra bagi masyarakat dalam bertransaksi sesuai prinsip syariah sekaligus memberikan kebermanfaatan bagi umat,” tegasnya.

BSI menggandeng 19 Lembaga Amil Zakat termasuk Yayasan BSM Umat untuk program pembelian hewan kurban melalui digital platform BSI Mobile dan Hasanah Card. BSI juga mengalokasikan dana penyaluran hewan kurban mencapai Rp4,8 miliar.

Melalui aplikasi BSI Mobile, masyarakat dapat menentukan sendiri supplier dan jenis hewan kurban yang diinginkan. Selain melalui BSI Mobile, BSI juga memberikan kemudahan pembelian hewan kurban melalui produk BSI Hasanah Card. BSI Hasanah Card merupakan kartu pembiayaan berbasis syariah yang dapat digunakan untuk berbagai jenis transaksi, salah satunya untuk pembelian hewan kurban.

“Melalui program-program tersebut, BSI berfokus pada aspek efisiensi penyaluran, tepat sasaran dan sesuai protokol kesehatan serta aturan yang ditetapkan Pemerintah. BSI juga menyasar daerah- daerah terluar seperti Ambon, Pulau Rote dan Mamuju (Bima) mengingat akses dan kebutuhan masyarakat cukup tinggi,” tutur Hery.

BSI bersama Yayasan BSMU juga menggelar program Qurban From Home untuk memberikan kemudahan bagi para mudhohi dalam menyalurkan hewan kurbannya secara online dan menyaksikan pemotongan hewan kurban secara daring melalui channel Youtube.

Acara simbolik penyerahan hewan kurban berupa 3 ekor sapi dilakukan secara daring oleh Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi kepada masyarakat di sekitar 3 masjid BSI. Ketiga masjid tersebut yakni Masjid BSI Tol Cipularang KM88A, Masjid BSI Tol Cipali KM165 dan Mushola BSI di Gunung Bromo – Jawa Timur.

0

Idul Qurban di Era Pandemi

PANDEMI covid-19, demikian dahsyat. Jutaan orang di seluruh dunia tewas karenanya. Bagaimana kita menyikapinya? Apakah kita pasrah menunggu pertolongan Allah untuk menghentikan pandemi? Apakah kita harus berusaha keras secara saintifik, fisik, dan psikis mengatasi pandem

Mari kita melihat kilas balik, apa itu makna hari raya qurban. Kita tahu qurban, secara maknawi adalah pendekatan kepada Tuhan. Hari Raya Qurban, dengan demikian, merupakan hari raya seluruh umat manusia beriman untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Ritual qurban untuk pendekatan manusia kepada Tuhan ini, tak hanya dilakukan pemeluk agama Islam, tapi juga pemeluk agama-agama lain, dalam bentuk yang berbeda-beda. Tapi intinya sama: untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Semesta Alam sesuai keyakinannya.

Dalam Islam, ritual qurban ini merujuk pada kisah Nabi Ibrahim yang mengurbankan putra kinasihnya, Ismail atas dasar perintah Allah. Kedua manusia pilihan itu, sabar dan ikhlas menerima perintah Allah yang berat tersebut, tanpa reserve. Imbalannya, Ibrahim dan Ismail diangkat derajatnya tinggi sekali: Menjadi Penghulu dan Teladan Umat Manusia di muka bumi; sekaligus menjadi The God Father of Messengers. Pemuka Para Rasul.

Kisah Ibrahim dan Ismail itu merupakan simbol kepasrahan dan keikhlasan manusia beriman melaksanakan perintah Tuhan dengan sebuah keyakinan positif: bahwa setiap titah Allah pasti berdampak positif ntuk kemanusiaan dan kehidupan. Keyakinan Ibrahim dan Ismail itu terbukti. Tuhan mengganti penyembelihan Ismail dengan kambing atau domba.

Dari peristiwa religio-historis Qurban tersebut, dua kebajikan terengkuh sekaligus. Pertama, kepasrahan tanpa reserve kepada perintah Tuhan adalah menghidupkan. Ini bermakna, perintah Tuhan seberat apa pun niscaya berujung pada sikap prolife.

Kedua, apa pun perintah Tuhan, pasti kompatibel dengan kebutuhan hidup manusia dan lingkungannya. Hewan kurban seperti kambing, sapi, kerbau, dan unta adalah binatang yang mudah diternakkan; mudah dikembang-biakkak; dan menyatu dengan siklus kehidupan alam. Hewan-hewan kurban tersebut adalah jenis spesies ruminansia yang dapat mencerna selulose. Sehingga ia dapat hidup di alam bebas dengan memakan rumput dan pepohonan sejenis yang mudah tumbuh di muka bumi.

Dengan demikian, secara ekonomi binatang ruminansia sangat menguntungkan bila diternakkan. Manusia dan alam mendapat keuntungan dengan keberadaan hewan kurban ciptaan Tuhan tersebut. Hewan ruminansia tak hanya menghasilkan daging dan susu yang menyehatkan manusia. Tapi juga menghasilkan kotoran yang menyehatkan tanah.

Refleksi Kekinian

Refleksi kekinian dari ritual qurban adalah sebuah upaya manusia untuk menjalankan amal saleh. Dalam Quran banyak sekali statement Allah, bahwa siapa pun yang beriman dan mengerjakan amal saleh, niscaya masuk surga. Tak ada kekhawatiran sedikit pun bagi manusia yang beriman dan beramal saleh hidupnya akan tersiksa — kini dan akan datang. Akan datang di sini, bisa berarti kehidupan di dunia, di muka bumi; bisa pula kehidupan setelah kematian nanti.

Pengurbanan adalah virtue; virtue adalah kebajikan; kebajikan adalah amal saleh. Dan amal saleh adalah perbuatan baik yang dinamis, yang secara inheren dan simultan, berproses menuju peningkatan kualitas.
Dalam bahasa Arab, kata salih (saleh) berasal dari kata salaha. Salaha artinya memperbaiki secara kontinyu, terus-menerus.

Dengan demikian, verb “memperbaiki” ini, bersifat dinamis. Ini artinya, manusia yang saleh, adalah manusia yang terus memperbaiki diri sejalan dengan dinamika kehidupan. Karena manusia yang saleh adalah manusia yang selalu memperbaiki perbuatannya, maka kesalehan adalah sikap hidup yang bertumpu pada everlasting improvement; perbaikan hidup sepanjang masa.

Melalui pendekatan itu, berarti, kesalehan adalah sebuah perbuatan baik yang tidak pernah berhenti di satu titik. Kesalehan adalah sebuah perbuatan atau tindakan yang terus menerus berubah untuk perbaikan; untuk meningkatkan kualitas. Pinjam istilah penyair Azhari (alumnus Universitas Al Azhar, Mesir) Fatin Hamama, kesalehan itu tidak berujung pada satu titik. Kesalehan itu tidak berpuncak. Jadi, begitu orang merasa dirinya di puncak kesalehan, berarti dia terperosok. Jatuh dari kesalehannya.

Lalu apa kriteria kesalehan yang dinamis itu? Rujukannya adalah hadist Nabi Muhammad yang prolife: Amal saleh adalah perbuatan yang bermanfaat untuk manusia lain. Karena itu, jadilah manusia yang hidupnya bermanfaat bagi sesamanya. Rasul bersabda: Manusia terbaik adalah manusia yang paling besar manfaatnya untuk manusia lain.

Standar kebaikan itu, menurut Kanjeng Nabi Muhammad, sebetulnya sederhana. Rasul menyatakan: Jika kamu tidak suka orang lain berbuat sesuatu yang menyakitimu, maka kamu jangan melakukan perbuatan itu kepada orang lain. Dan sebaliknya: jika kamu suka dengan perbuatan seseorang sehingga menyenangkanmu, maka berbuatlah sesuatu kepada orang lain, sehingga ia senang dengan perbuatanmu. Itukah virtue. Itulah amal saleh.

Dalam konteks inilah, umat Islam perlu memaknai Hari Raya Qurban dalam suasana pandemi corona, dengan sikap kesalehan yang prolife. Makna qurban di tengah pandemi corona, sebagai contoh, hendaknya ditransmisikan pada kebermanfaatan manusia yang satu kepada manusia lainnya. Orang memakai masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum melakukan kegiatan, dan menjaga social distancing di era pandemi corona, misalnya, bukan semata-mata untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga untuk keselamatan orang lain.

Memandikan jenazah korban covid secara biasa — tanpa protokol keseghatan (Prokes) — misalnya, jelas sangat berbahaya di era pandemi. Orang yang memandikan mayat, bisa tertular covid. Air sisa mandi mayat, jelas mengalir ke mana-mana. Dan itu membawa virus. Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan penularan covid yang serius. Itulah sebabnya pemerintah mengharuskan pemandian dan pemakaman korban covid mengikuti prokes.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun bersikap sama dengan pemerintah. Mayat korban covid harus “diproses” dengan protokol kesehatan hingga pemakamannya. Ini adalah standard internasiional — Badan Kesehatan Dunia ( WHO) — untuk mencegah meluasnya penularan covid.

Itulah “makna” Idul Qurban di era pandemi. Semua manusia harus berusaha keras untuk mencegah perluasan penularan corono. Nabi Muhammad bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya terhadap manusia lain.

Saat ini, perbuatan paling bermanfaat itu adalah berupaya mencegah penyebaran dan menghentikan pandemi global corona. Untuk menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi.

*penulis Dr KH Amidhan Shaberah adalah Ketua MUI 1995-2015/Komnas HAM 2002-2007

DPR Mengapresiasi Pembatalan Vaksin Berbayar

0

Jakarta, (Eksplore.co.id) – Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengapresiasi keputusan Pemerintah yang membatalkan Vaksin berbayar untuk para individu yang disalurkan melalui PT Kimia Farma Diagnostika. Ia menyampaikan, skema vaksin berbayar ini dinilai sebagai bentuk komersialisasi vaksin atau kepentingan bisnis berkedok mempercepat vaksinasi nasional.

“Saat diumumkan rencana vaksin berbayar ini, langsung mendapatkan kritikan dan penolakan dari berbagai kalangan termasuk dari DPR. Alasan pemerintah membuka ruang vaksinasi berbayar demi mengejar target mempercepat sehingga mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, tidak masuk akal,” ujar Guspardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7/2021).

Ia menyatakan, seharusnya pemerintah menyediakan dan memperbanyak gerai-gerai vaksinasi Covid-19. Dan juga pendistribusian vaksin sampai ke daerah harus di percepat karena dilaporkan masih banyak daerah di Indonesia stok vaksinnya tidak memadai untuk melayani antusiasme masyarakat yang secara sukarela untuk di Vaksin.

“Diantara daerah itu adalah NTT, Lampung, Sumatera Barat, Palangkaraya Kaltim. Padahal program vaksin ini bertujuan guna menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity masyarakat,” tutur politisi Fraksi PAN ini.

Legislator asal Sumatera Barat itupun mengingatkan pemerintah agar setiap kebijakan yang akan diambil terlebih dahulu dikaji dengan matang dan seksama. “Jangan membuat rakyat jadi bingung dengan kebijakan yang dapat memicu polemik dan bikin gaduh seperti vaksin berbayar. Ini kan menunjukkan pemerintah tidak pro rakyat. Setelah adanya penolakan dari berbagai elemen masyarakat baru pemerintah merevisi kebijakannya,” tandas Guspardi.

Ia juga meminta seluruh kementerian/lembaga untuk menumbuhkan sense of crisis, terutama di masa PPKM Darurat yang rencananya akan diperpanjang sampai akhir Juli 2021. Jangan ada lagi kebijakan yang memicu polemik dan kegaduhan. Tata kelola penanganan pandemi Covid-19 sudah saatnya diperbaiki.

“Masih banyak masalah dan sekat-sekat birokrasi yang membuat penanganan Covid-19 jadi tidak maksimal. Seperti permasalahan insentif para nakes yang masih banyak yang belum dibayarkan. Ketersediaan obat dan vitamin Covid-19 yang mencukupi, baik untuk faskes maupun masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. Kekurangan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk masyarakat juga akselerasi atau percepatan program vaksinasi secara nasional. Belum lagi cara-cara aparat keamanan yang cenderung represif di lapangan selama PPKM Darurat ini. Persoalan itu masih menjadi PR yang harus segera diselesaikan,” pungkasnya.

Seperti dikabarkan, kebijakan pembatalan vaksin berbayar tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021. Dikatakan Pramono, setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut

Berkunjung ke Muhammadiyah, BSB Serahkan Simbolis Hewan Qurban

0

Jakarta, (Eksplore.co.id) – Jelang Idul Adha berbagai kegiatan dilakukan oleh bank syariah dalam rangka menumbuhkan rasa saling berbagi kebahagiaan di hari yang suci. Salah satunya yang dilakukan oleh PT Bank Syariah Bukopin (BSB) yang menyerahkan simbolis menyerahkan hewan qurban kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Penyerahan secara simbolis diberikan Adil Syahputra Direktur BSB kepada Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Demikian ungkap Adil usai acara penyerahan simbolis di Gedung PP Muhammadiyah Pusat, Jakarta, Senin (19/07) di Jakarta.

Adil Syahputra Direktur BSB dikesempatan itu mengatakan,. dengan semangat berkorban dari hati yang ikhlas semoga akan mengimplementasikan budaya BISA yaitu Barokah, Ihsan, Shiddiq, dan Amanah yang menjadikan pribadi dan karakter Insan BSB. Ia juga menambahkan dalam kegiatan Qurban, BSB juga berbagi hewan Qurban diantaranya ke Pondok Pesantren Darus Saadah, Sentul yang merupakan Baitul Maal KB Bukopin Group.

Ditengah kondisi saat ini, BSB juga memberikan layanan pembayaran untuk pembelian dan penyaluran Qurban bagi nasabah melalui Lasizmu, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Dompet Dhuafa , Baitul Maal Muamalat, Human Initiative, Baznas, Baitul Maal Hidayatullah, dan Wakaf ESQ.

Layanan yang diberikan kepada pequrban yaitu pekurban tinggal memilih akan menyalurkan qurbannya kemana dari tempat pilihan yg diberikan, kemudian nasabah bisa memilih hewan qurban yang diinginkan dan melakukan pembayaran serta melakukan konfirmasi nama-nama pequrban. Selanjutnya nasabah akan mendapatkan informasi/notifikasi terkait laporan hewan qurban yang telah disembelih dan disalurkan ke daerah mana baik di dalam maupun ke luar negeri secara transparan.

“Potensi transaksi dari layanan ini cukup besar mengingat dijaman pandemi ini para nasabah bisa tetap mengamalkan sunnah berqurban yang sangat dianjurkan ini. Nasabah bisa melakukan kurban secara daring dan tidak perlu bertatap muka langsung guna menghindari kontak fisik dengan orang lain untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” terang Adil.

Postingan Terkini

Advertisement
WhatsApp chat