JAKARTA (Eksplore.co.id) – Fakultas Teknis Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama masyarakat kelurahan Jaticempaka, guna merumuskan permasalahan permasalahan yang ada di Kelurahan Jaticempaka – Pondok Gede – Bekasi – Jawa Barat, yang diselenggarakan Rabu (9/6/2021).

Hadir dalam kesempatan itu dari Dekan Fakultas Teknik Dr. Harjono Padmono Putra, ST, M. Kom, Ketua Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Irwan Prasetya Gunawan, ST, MEng, PhD, para ketua prodi dari 8 prodi S1 dan dua prodi S2 , para wakil dekan serta dosen. Sementara dari pimpinan Rektorat Unkris hadir Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Dr. Siswantari Pratiwi SH, MH ,MM dan sekretaris Lydia Darmiyanti ST, MT, Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Dr Susetya Herawati ST, M.Si dan sekretaris Muhammad Syarif Hartawan, S. Kom, M. Kom. Sedangkan dari Kelurahan Jaticempaka, diwakili oleh lurah Jaticempaka Amir, SE, sekretaris kelurahan, para ketua RT dan RW, serta ibu – ibu PKK se Kelurahan Jaticempaka.

Di acara FGD tersebut Dekan Fakultas Teknik Unkris Harjono Padmono Putra menyatakan, sangat berterimakasih atas kehadiran perangkat kelurahan Jaticempaka serta masyarakat di kampus Unkris. Sebelumnya, tim dari Fakultas Teknik melakukan identifikasi berbagai permasalahan yang ada di Jaticempaka. Dari hasil identifiikasi tersebut ke depannya akan dijadikan pemecahanan masalah dalam program pengabdian masyarakat.

Menurut Harjono, saat ini Unkris masing – masing fakultas sedang giat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tugas perguruan tinggi dalam melaksanakan Tridarmanya. Pada semester genap, fakultas Teknik melaksanakan beberapa kegiatan pengabdian masyarakat. Salah satunya di Kelurahan Jaticempaka, wilayah kampus Unkris berada. Ia berharap hubungan ini akan terbangun harmonisasi yang baik antara Unkris dan Kelurahan Jaticempaka. “Sehingga semboyan yang patut digaungkan dalam rangka pengabdian masyarakat ini adalah UNKRIS maju , Jaticempaka maju, demikian sebaliknya,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) Irwan Prasetya Gunawan, ST, MEng, PhD, menambahkan, identifikasi masalah yang telah tergali selama ini di Kelurahanelurahan Jaticempaka, berhasil dirumuskan dan segera fakultas teknik akan menyampaikan solusi – solusinya. Adapun rumusan masalah tersebut adalah tentang pengelolaan sampah, pemetaan banjir , sumur resapan, ruang terbuka hijau, dan perencanaan sistem informasi. Dari permasalahan tersebut, fakultas teknik telah memberikan tugas pada satu orang ahli pada setiap bidang untuk memecahkan masalah yang ada.

Kegiatan FGD juga disambut baik oleh Siswantari selaku ketua pengabdian masyarakat tingkat universitas. Mnurutnya, perguruan tinggi bukanlah menara gading, para dosen dan mahasiswa harus mau terjun kepada masyarakat membangun empati dan menyelesaikan persoalan yang terjadi. Sehingga apa yang dipelajari di kampus dapat diimplementasikan secara langsung dan memiliki kebermanfaatan yang baik.

Pemikaran Siswantari tersebut sama dengan visi pengembangan LPKK yang selama ini diketuai oleh Dr Susetya Herawati ST, M.Si. LPKK selalu menekankan, terjunnya para mahasiswa dan dosen ditengah masyarakat akan memberikan dampak sistemik yang sangat baik. Contohnya adalah dalam pengolahan sampah rumah tangga dengan melakukan pemilahan antara yang organik dan anorganik, serta limbah kimia. Terhadap limbah organik, mahasiswa dan dosen dapat melakukan pelatihan dan pendampingan dalam mengolah sampah tersebut menjadi kompos dengan proses komposter, sampah yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman di halaman rumah. Sedangkan limbah anorganik dapat dilakukan daur ulang menjadi produk varian yang memunculkan nilai ekonomis.

Semua output hasil penemuan dan inovasi Unkris itulah yang diharapkan oleh masyarakat, khususnya kelurahan Jaticempaka. Amir, Lurah Jatisampurna di FGD tersebut, berharap ke depan Unkris bersedia mendorong para pemuda dan ibu – ibu Jaticempaka untuk pro aktif, produktif dan inovatif dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat. Caranya, dengan transfer ilmu pengetahuan yang disesuaiakan menurut kebutuhan masyarakat. (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini