oleh Dr. Abdul Aziz, M.Ag.*

MAJLIS TAKLIM (MT) itu seharusnya fokus memberikan pengajaran agama Islam yang menyejukkan hati kepada jamaahnya. Juga menyebarkan kebaikan kepada umat Islam di sekitar tempat MT.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad menyatakan: Sebaik-baik manusia adalah yang paling besar manfaatnya untuk manusia lain. Logika yang sama berlaku pula untuk MT. Sebaik-baik MT adalah yang paling banyak manfaatnya buat masyarakat di sekitarnya.

Tapi apa di kata? Sebuah MT Zaadul Muslim Albusyro pimpinan Habib Abubakar Assegaf di Bogor, alih-alih membawa manfaat bagi warga masyarakat, yang terjadi justru sebaliknya: “Membunuh” bisnis Wahyu Dwi Nugroho (WDN, 32 tahun). Bahkan Pedagang asal Bojonggede, Kabupaten Bogor ini, mendekam dalam jeruji besi usai dilaporkan oleh MT Zaadul Muslim (MTZM) Al-Busyro yang berada di Citayam itu.

Apa salah WDN? Konon karena Wahyu melakukan ujaran kebencian kepada MTZM sehingga memicu konflik sosial.

Aneh! Di mana ujaran kebenciannya? Di mana konflik sosialnya? Yang ada justru MTZM memprovokasi jamaahnya untuk “membunuh” kehidupan Wahyu. Akibatnya, bukan saja dagangan WDN sepi, ia juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Belakangan, MTZM mengancam akan melaporkan Ana Sonia, istri WDN, ke Polda Metro Jaya — menyusul suaminya — karena penjelasan-penjelasannyannya kepada wartawan.

Awal Cerita: Ada sebuah spanduk besar berisi larangan anggota MTZM Albusyro membeli barang dagangan yang dijual orang yang bukan anggotanya. Bila anggotanya membeli barang di lapak yang bukan afiliasi MTZM, ia akan dipecat dari keanggotaan majlis.

Spanduk itu bertengger di pinggir jalan umum dekat lapak Wahyu, sekitar 200 meter dari lokasi MTZM. Akibatnya, dagangan Wahyu sepi. Padahal dari dagangan itulah Wahyu menghidupi keluarganya.

Wahyu pun melaporkan kehadiran spanduk tersebut kepada RT setempat, Juli 2022 lalu. Tapi laporannya tak digubris RT. Lalu Wahyu menceritakan “nasib” malangnya di akun pribadi Tiktok miliknya. Wahyu menceritakan nasib lapaknya yang sepi pembeli setelah ada spanduk tadi. Dalam Tiktoknya Wahyu mengutip hadist Nabi, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sesamanya.

Tiktok Wahyu pun viral. Banyak netizens yang simpati kepada Wahyu. MTZM tidak tinggal diam. Putri Habib Abubakar, TZK, melaporkan Wahyu ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan menyebarkan ujaran kebencian, 15 Agustus 2022. Setelah diperiksa beberapa kali oleh polisi, akhirnya Wahyu ditahan di penjara Cipinang.

Berita tentang Wahyu yang terzalimi itu pun menyebar ke mana-mana. Bahkan koran South China Post turut memberitakan peristiwa tersebut. Ini artinya berita penzaliman Wahyu oleh MTZM sudah mendunia.

Melihat Wahyu mendekam di tahanan Polda Metro, Eko Kuntadhi, Youtuber dari Cokro TV, menggalang dana dari netizens untuk membantu Wahyu. Terkumpullah uang, sejak Sabtu hingga Senin (23-25 Juli 2023), sebanyak Rp 87 juta untuk membantu keluarga Wahyu. Maklum setelah Wahyu ditahan di lapas Cipinang, penghasilannya nol. Tak ada uang makan di rumah dan jajan dua anaknya di sekolah. Ana Sonia, istri Wahyu, khawatir dua anaknya menderita gangguan psikologis setelah ayahnya dibui. Karena penangkapan Wahyu diketahui anaknya.

Pengacara Wahyu, Muhammad Arsyad, menceritakan, sebetulnya tak ada sedikit pun kalimat ujaran kebencian yang diungkapkan Wahyu dalam Tiktoknya. Lagi pula, Wahyu telah menghapus Tiktok tersebut atas permintaan Habib Abubakar. Wahyu juga telah minta maaf terhadap pimpinan MTZM tersebut.

“Wahyu sudah menghapus video dan meminta maaf kepada Habib Abubakar Assegaf. Saat itu Wahyu beranggapan persoalan selesai,” jelas Muhammad Arsyad. Rupanya pimpinan majelis taklim tidak puas dengan permintaan maaf Wahyu. Pengurus MTZM pun melaporkan Wahyu ke Polda Metro Jaya atas tuduhan ujaran kebencian yang diunggah Wahyu di Tiktok tadi.

“Selama periode September 2022 sampai Februari 2023, Wahyu telah menjalani pemeriksaan sebanyak empat kali di Polda Metro Jaya. Kemudian, pada bulan Maret 2023 ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di penjara Cipinang,” ujar sang pengacara.

“Saya dijadikan tersangka dan dianggap telah melakukan ujaran kebencian dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo 45A. Saya hanya pedagang yang merasa terzalimi dengan terpasangnya spanduk tersebut. Pada dasarnya tidak ada niat saya untuk menghasut ataupun mengujarkan kebencian,” kata Wahyu.

Kasus Wahyu di atas sungguh memilukan. Betapa tidak! Sebuah majlis taklim yang dipimpin seorang habib, yang seharusnya memberikan oase spiritual dan bermanfaat untuk warga sekitar, justru menjadi “bencana” bagi seorang Wahyu. Mungkin bukan hanya Wahyu yang terzalimi akibat kelakuan pengurus MTZM, tapi banyak pedagang lain yang bernasib sama seperti bapak dua anak ini. Hanya saja, mereka tidak seberani Wahyu dalam mengkritisi ulah MTZM.

Saya jadi ingat salah satu pasal dalam Shahifatul Madinah (Piagam Madinah) ketika nabi membangun covil society di awal “pemerintahan” Islam. Bunyi Pasal 11: Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang-orang yang menanggung utang berat. Mukminin harus membantunya dalam membayar utang tersebut.

Dari Pasal 11 di atas terlihat, betapa besarnya solidaritas kaum mukminin yang dibangun di Madinah. Shahifatul Madinah kemudian menjadi hukum yang mengikat warga negara (umat) di Madinah. Menariknya yang disebut umat dalam Piagam Madinah adalah penduduk Madinah keseluruhan, apa pun agama dan kepercayaannya.

Hukum-hukum yang terdapat di Piagam Madinah sangat humanis dan adil sehingga civil society yang terbentuk sangat kompak dan damai. Rasulullah pun menjadi pemimpin atau kepala negara yang sangat dihormati oleh warga negara Madinah, baik dari kalangan Islam maupun non-Islam. Semua itu berkat keluasan dan kebijakan Rasul dalam memimpin Negara Madinah.

Sekarang bandingkan dengan kepemimpinan di MTZM di Citayam Bogor. Sungguh berlawanan secara diametral. Akibatnya MTZM pun jadi bulian warganet. Jika demikian, siapa yang dirugikan? Jelas umat Islam sendiri. Citranya jatuh akibat ulah pengurus MTZM. Memalukan!

*Dr. Abdul Aziz, M.Ag., adalah dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said, Surakarta

Advertisement

57 KOMENTAR

  1. Mungkin sebagian orang melakukan sesuatu dengan seenaknya, mereka tidak mementingkan kehidupan orang lain yang dirugikan. Jadi sebelum melakukan suatu tindakan haruslah dipikir / dipertimbangkan lagi karena kita tidak tau apakah tindakan kita bermanfaat atau malah justru akan merugikan orang lain.

  2. Ujiaran kebencian dan dalas dendam memang sangatlah dilarang oleh agama Islam. Karena, itu bisa merusak tatanan kerukunan antar umat seiman. Maka dari itu, ketika seseorang yang sudah memiliki banyak ilmu patutlah mengah dengan seseorang yang mungkin masih rendah ilmunya.
    Semua ini hanya sementara, di dunia.

  3. Dalam memahami sesuatu tentunya kita harus bisa menjaga sopan santun. Apalagi kalo kita mengeritik sesuatu hal harupah memperhatikan sebab akibatnya. Kasus tersebut mengajarkan kita semua bahwa kritik dan balas dendam merupakan perbuatan ya sama-sama tidak disukai banyak masyarakat. Karena pola pikir yang berbeda-beda.

  4. Jangan menyalakan seseorang secara sepihak, apalagi sampai menuntut ke pihak kepolisian.
    sebaiknya, selesaikan secara baik baik dan damai, itu hanya sebuah kesalahpahaman saja.

  5. Berlakunya UU ITE pada masa ini guna mengatur kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan internet, komputer, dan perangkat elektronik lainnya. Jika kita melakukan sesuatu yang berkaitan dengan norma hukum tentunya akan mendapat sanksi, jadi sebaiknya kita lebih memikirkan apa yang seharusnya kita sampaikan agar tidak merugikan orang lain.

  6. Semoga kedepannya keadilan lebih baik dan penting dalam menciptakan ruang dialog penyelesaian yang adil

  7. Jangan bertindak semena-mena terhadap orang lain dan sebelum melakukan sesuatu harus dipikirkan baik-baik kita tidak tahu apakah itu merugikan orang lain atau tidak.

  8. Ya saya sependapat dengan ini seharusnya fokus memberikan pengajaran agama Islam kepada jamaahnya. Bukan malah mementingkan bisnis pribadinya ketimbang ajarannya, sebagai tokoh yg terpandang sekaligus pemimpin seenggaknya bisa memanusiakan manusia

  9. Kalo menurut saya yang namanya majelis taklim (MT) itu harus mengajarkan yang baik yang di ajarkan dalam islam dan itu bermanfaat bagi masyarakat. Dan saya setuju apa yang di lakuin sama mas wahyu, karena apa yang di tindakan sama mas wahyu itu semua benar dan justru itu baik buat kita kedepannya nanti dengan kita yang miskin dan kekurangan ekonomi, kita harus membela yang benar.

  10. Menurut saya seharusnya sebelum bertindak harus dipikirkan baik-baik karena kita tidak tahu apakah itu merugikan orang lain atau tidak dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

  11. Saya setuju dengan opini diatas, karena seharusnya majlis taklim itu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Bukan malah merugikan salah satu masyarakat. Dan juga sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial pada saat ini karena cara pandang seseorang itu berbeda-beda dalam bermedia sosial.

  12. Wahh majlis taklim ini salah betul!…
    Pada dasarnya segala rezeki sudah diatur dan tidak akan tertukar oleh Allah SWT. Seharusnya MTZM mengerti tentang hal ini tetapi malah sebaliknya juga menzalimi seorang pedagang hingga menimbulkan kerugian besar.
    Apa yang dialami WDN adalah tindakan semena-mena terhadap rakyat kecil, padahal Wahyu hanya curhat atas apa yang dirasakannya dan ingin membela haknya tetapi majlis taklim malah tidak terima apa yg dicurhatkan WDN.
    Tidak pantas majlis taklim membungkam kritik dan mengkriminalisasi rakyat kecil.

  13. Disini ada beberapa yang dapat saya simpulkan yang pertama, pentingnya kita berhati hati dalam menggunakan media sosial dan tidak semua hal dapat kita sampaikan melalui media sosial, apalagi mengenai hal” yang mungkin sangat sensitif di media sosial. Yang kedua, saya setuju dengan opini diatas bahwa seharusnya MTZM yang benar ialah memberikan pengajaran agama Islam, menyebarkan kebaikan kepada umat Islam ataupun masyarakat sekitar dan juga memberikan banyak manfaatnya kepada masyarakat sekitarnya.

  14. sebuah Majlis Ta’lim seharusnya sudah tau arti penting dalam kehidupan, yakni membantu sesama, Kenapa malah melakukan yang sebaliknya. Bukan kah orang berjualan itu bebas dimana saja? Kenapa harus dibatasi khusus keanggotaannya saja. Kalau dengan cara begitu sudah jelas merugikan saudara Wahyu dan para pedagang lainnya. Apalagi ini sampai dilaporkan hanya karena video yang di upload oleh Wahyu yang dianggap ujaran kebencian. Tapi bukankah isi dari video yang sempat viral memang benar adanya dan saya kira tidak ada yang namanya ujaran kebencian. Di dalam nya itu murni hasil dari apa yang dirasakan oleh saudara wahyu maupun pedagang lainnya.

  15. Sepertinya kasusnya memang menyedihkan. Majelis taklim seharusnya menjadi tempat memberikan pengajaran yang membangun dan memberi manfaat bagi umat, bukan sebaliknya, seperti yang terjadi dalam kasus ini. Konflik ini tampaknya merugikan banyak pihak, terutama jika memengaruhi citra umat Islam secara keseluruhan.

  16. Kalo begitu hukum di Indonesia tumpul ke atas tajam kebawah itu Lah yang pantas kita ucapkan ketika hukum tersebut berlaku untuk rakyat kecil seperti Wahyu too Dia hanya ingin mendapat keadilan dari hukum Negara. Apakah pantas MT membungkam kritik dan mengkriminalisasi rakyat kecil? Tidak kan Dan yang paling penting pimpinan MT tidak boleh memonopoli perdagangan. sebenarnya Majlis taklim atau Majlis Bisnis?. Ada pula artikel Lain yg menjelaskan bahwa MT punya puluhan bisnis afiliasi di Bogor. Dengan panitia memasang Spanduk larangan itu otomatis Berdampak pada toko kelontong Wahyu kerena apa? Yaa karena toko Wahyu tidak terafiliasi dgn MT tersebut, Nah itu sama saja MT membunuh bisnis Wahyu

  17. Majelis ta’lim seharusnya lebih fokus pada kegiatan keagamaan saja. Tapi mengapa melakukan monopoli terhadap bisnis orang lain.Bagaimana bisa seorang pimpinan majelis ta’lim membunuh bisnis Wahyu yang menjadi sumber nafkah bagi keluarganya, hanya karena tidak terafiliasi dengan MTZM. Hal itu tidak mencerminkan sikap dari seorang pemuka agama dan sangat merugikan orang lain.

  18. Menurut pandangan saya jika emang ada aturan /larangan dalam majelis disampaikan secara lisan/ lewat grub majelis (jika ada) agar tidak ada pihak yg tersindir. Dan yah seharusnya suatu majelis taklim bisa menjadi contoh yg baik dalam masyarakat, bukan malah menjatuhkan dan anti kritik

  19. Menurut saya
    kasus ini kontroversial di mana seorang pedagang, Wahyu Dwi Nugroho, dikritik dan akhirnya divonis bersalah setelah mengkritik spanduk dari Majelis Taklim Zaadul Muslim Al-Busyro di Bogor. Kasus ini menimbulkan perdebatan terkait kebebasan berekspresi dan penggunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Majelis Taklim tersebut seharusnya memberikan manfaat dan oase spiritual bagi masyarakat, namun justru terlibat dalam kontroversi ini. Kasus ini juga menimbulkan perdebatan terkait solidaritas dan keadilan dalam masyarakat.

  20. seharusnya sebelum bertindak kita memikirkan apa masalah yang akan ditimbulkan dan tidak memicu konflik yang tidak di inginkan nantinya kita juga harus bisa untuk tidak membeda bedakan

  21. ketika melakukan tindakan harus bermanfaat yang tidak akan memicu konflik, jadi berfikirlah dulu sebelum bertindak dan MT yang harusnya mengajar kan ajaran islam yang bermanfaat bagi masyarakat bukan malah merugikan masyarakat lalu kita juga harus lebih bijak lagi dalam bermedia sosial.

  22. Itulah akibat dari sebuah komunitas keagamaan tanpa pengawasan dan intervensi pemerintah,akibatnya bertindak sesuka hati.NKRI bukan berdasarkan fatwa MUI dan majelis ta’lim tapi berdasarkan PANCASILA,pemerintah dan penegak hukum harus tegas. mudah mudahan mas Wahyu dan sekeluarga diberi kekuatan & ketabahan dari kejadian ini .

  23. Membeda-bedakan golongan sangat tidak dapat diterima. Seharusnya golongan besar membantu golongan kecil. Jangan jadikan kekuasaan sebagai hal untuk berperilaku seenaknya. Apalagi ini dalam lingkup sebuah MT. Mempelajari dan memperdalam ilmu agama tetapi tidak sejalan dengan apa yang dilakukan didunia nyata.

  24. Keputusan MTZM dalam menghadapi wahyu sangat di sayangkan, karena seharusnya keagamaan memberikan panduan yang penuh kasih dan keadilan seharusnya sebelum bertindak harus di pikir dulu.Peristiwa ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk menjaga nilai-nilai keadilan, solidaritas, dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan. Semoga keadilan dan kedamaian dapat segera di pulihkan.

  25. Yaa sudah seharusnya peran MT itu mengajarkarkan & memberikan pengetahuan tentang ajaran islam yang bisa di terima oleh masyarakat . tapi malah sebaliknya , terkadang MT juga bisa membuat masyarkat di rugikan atas tindakan dari MT itu sendiri.entah itu dirugikan dalam bentuk materi atau lainnya . dan sudah sepantasnya kita sebagai masyarakat berani melawan dari hal² seperti itu tadi ,karena kita mempunyai hak untuk melawan dari segala hal² yg dapat merugikan untuk diri kita sendiri

  26. menurut saya, dalam lingkupan majlis taklim tidak diperkenankan untuk berbisnis. Akan tetapi sebelum ingin berbisnis di majelis Tersebut, tolong dari pihak majelis memberikan aturan-aturan agar ketidak salah pahaman antara 2 pihak, 1. pihak majelis dan 2. rakyat.
    Majelis sangat berpengaruh di lingkungan masyarakat, kalo majlis tersebut mengalami Masalah pada rakyat, rakyat lah yang menegur, karna majelis itu menyampaikan ajaran agama pada masyarakat.

  27. seharusnya omongan tersebut bukan sebagai ajang celotehan di sosmed karena menyebabkan banyak orang yang menggap itu ujaran kebencian tersebut . lebih berhati “hati dalam membuat sebuah kontn yang menujukan kearah agama ,secara perihal tentang agama sangat amat sensitif.

  28. Seharusnya didalam sebuah majelis itu berfokus mengajarkan agama islam pada jamaahnya akan tepati didalam majelisnya ( MTZM ) yang ada dibogor pimpinan Habib Abu Bakar Assegar secara tidak langsung telah mengajarkan tentang pemboikotan terhadap pedangan2 yang tidak terdaftar didalam angotanya mejelisnya tersebut, dengan bukti para panita mengelar spanduk melarang pedangan yang tidak terdaftar menjadi angontanya tidak boleh jual didalm (MTZM) perlakuan tersebut secara tidak langsung membunuh para pedangan yang tidak terdaftar dalam angota ( MTZM )

  29. Seharusnya Majlis taklim itu bisa mengayomi masyarakat di sekitarnya, bukan justru sebaliknya menjatuhkan bisnis masyarakat disekitar nya. Maksud dan tujuan dari panitia memasang Spanduk itu untuk apa? Yaa wajar wajar saja jika wahyu merasa tidak dapat keadilan di dalam masyarakat tersebut. Wahyu itu hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga nya saja , bukan untuk menyaingi Bisnis Majlis taklim tersebut.

  30. seharusnya hal seperti itu bukan hal untuk dijadikan bahan konten karena sesuatu yang menyangkut tentang agama akan sensitif untuk publik dan seharusnya dia tau cara membuat konten seperti apa yang baik

  31. Undang-undang yang terkandung dalam Piagam Madinah sangat humanis dan adil sehingga masyarakat sipil yang terbentuk sangat kompak dan damai.

  32. Hal yang bisa kita petik pelajaran dari ulasan kisah itu adalah :

    1. Tujuan mulia seperti MTMZ semestinya bijak dalam menanggapi ucapan keluh kesah dari saudara wahyu
    2. Di era digital seperti sekarang ini hendaknya hendaknya didasari dengan penuh kehati2an seperti perkataan ,ajakan yang bisa merugikan dirinya senditi seperti yang di alami Wahyu. Hal yang bisa menimbulkan kontroversi seperti menghasud, memobilisasi masa, ujaran kebencia dll.
    Mengingat habib itu juga hanya munusia biasa tersinggung maupun sakit hati

  33. Saya sependapat dengan ini. Seharusnya, sebagai pemuka agama/sebuah majelis taklim tidak boleh sewenang-wenang terhadap orang kecil seperti Wahyu.
    Juga saya kecewa dengan para jamaah majelis yang tidak memikirkan “perintah” pimpinan majelis mereka yang jelas jelas bisa merugikan orang lain, dan peran RT nya yang tidak membantu.

  34. Saya sangat setuju dengan opini diatas bahwa MT itu seharusnya fokus memberikan pengajaran agama Islam bukan malah sebaliknya.
    sebenarnya larangan untuk membeli barang di lapak yang bukan afiliasi MTZM itu untuk apa? kenapa jika membeli di lapak yang bukan afiliasi MTZM akan dipecat dari keanggotaan??? ya lagian kan kita juga punya hak untuk membeli di lapak manapun dan kita juga membeli pakai uang sendiri, kenapa harus ada larangan?? apakah lapak afliasi MTZM merasa dirugikan dengan lapak yang bukan afliasinya?? kan sama-sama berdagang kenapa harus ada larangannya seperti itu, seharusnya sesama pedagang itu saling support satu sama lain bukan malah menimbulkan kontroversi seperti ini.
    Dan menurut saya, Wahyu tidak pantas untuk dipenjara, kan beliau sudah menghapus video dan meminta maaf tetapi kenapa tetap dipenjara? apakah karena Wahyu hanya seorang pedagang tidak pantas untuk mendapatkan keadilan? dan apakah harus mempunyai kekuasaan atau gelar dulu baru mendapatkan keadilan??
    Dan seharusnya pemimpin MT juga berpikir jika seandainya beliau berada di posisi Wahyu, seorang tulang punggung keluarga tetapi sekarang dipenjara dan tidak bisa menafkahi keluarganya lagi. Sangat disayangkan sekali seorang pemimpin MT yang paham agama tetapi tidak mempunyai rasa kemanusiaan sama sekali.

  35. Menurut saya begini, diliat dari fungsi nya bahwa seorang MT itu harusnya memberi pengajaran soal agama Islam dan menyebar kebaikan sesama umat Islam lain nya.
    Tapi MTZM di artikel ini berbeda dan sudah melenceng dari fungsi aslinya. Dia malah membuat seseorang terdzalimi, yaitu dengan memenjarakan Wahyu (bpk 2 org anak) karena dianggap sudah ngelontarin kalimat kebencian lewat sosmed nya (Tiktok). Padahal Wahyu ini hanya mencurahkan isi hati nya (berkeluh-kesah) di sosmed seperti hal nya kita. Kita juga pasti pernah bbrp kali ngelakuin itu, kalo lagi ada masalah pasti kadang-kadang suka upload di sosmed. Sama hal nya Pak Wahyu. Cuman itu dianggap lain oleh MTZM, bahwa yang dilakukan Wahyu itu adalah ujaran kebencian terhadap ke MTZM itu sendiri (karena masalah soal spanduk). Dan hasilnya MTZM ngelaporin Wahyu ke polisi sampe dia masuk penjara. Dan berita itu juga sampe viral ke seluruh dunia, sampe di koran China Post pun ngeberitain. Karena berita itu, anggapan orang-orang menjadi jelek terhadapa agama Islam. Menurut saya inti nya, sebuah agama itu tidak ada yang mengajarkan kejelekan dan sebuah agama itu tidak bisa dicerminkan dari sifat seorang individu itu sendiri. Jadi, kita tidak bisa menganggap bahwa sebuah agama itu jelek hanya karena dilihat dari pemeluknya yang berperilaku demikian.

  36. menurut saya vonis bersalah terhadap Wahyu dan sanksi pidana penjara serta denda tidak tepat pernyataan Wahyu yang sebenarnya tidak ditujukan untuk menimbulkan kebencian kelompok dan semata-mata hanya memperlihatkan keberatannya atas pemasangan spanduk itu, karena wahyu hanya pedagang kecil dan masyarakat umum yang berusaha memperjuangkan haknya dan MT seharusnya membantu masyarakat kecil bukan malah menjatuhkan, semoga Wahyu diberikan keadilan

  37. wahyu merasa terdzolimi soalnya ada salah satu pihak yg tidak membeli di pihak itu akan dihukum, wahyu ada bener nya karna ngasih dalil sebaik baiknya manusia adalah manusia yg bermanfaat bagi yg lain, jelek nyaa karna negara ini tidak diselidiki kasus nya sampai bawah

  38. Sebuah majelis taklim seharusnya memberikan manfaat bagi warga masyarakat bukannya malah merugikan salah satu masyarakat. Dan apabila ingin melakukan suatu perbuatan harus dipikir efek kedepannya gimana, apakah bermanfaat bagi orang lain atau malah merugikannya.

  39. wahyu merasa terdzolimi karena ada salah satu pihak yg tidak membeli di pihak itu akan dihukum, dan wahyu ada bener nya karna ngasih dalil sebaik baiknya manusia adalah manusia yg bermanfaat bagi yg lain, jelek nyaa karna negara ini tidak diselidiki kasus nya sampai bawah

  40. Keputusan MK NO 90 Tahun 2023 adalah salah satu contoh buruknya sistem kenegaraan di indonesia. Dimana posisi MK sangat Fundamental dalam sistem kenegaraan dan Mk adalah penjaga konstitusi.

  41. sebuah majlis ta’lim yang di pimpin oleh seorang habib,seharusnya memberikan ilmu atau ajarang yang bermanfaat barokah bagi masyarakat lingkungan sekitar,bukan malah merusak penghasilan orang lain .
    mungkin masih banyak pedagang lain yang bernasib sama seperti wahyu yang terzholimi akibat kelakuan pengurus mt tersebut.

  42. Penyalahgunaan wewenang dan tindakan provokatif seharusnya tidak diterapkan dalam lingkungan keagamaan. Pentingnya transparansi, dialog, dan keadilan dalam menanggapi masalah seperti ini harus diperkuat. Semoga kejadian ini memicu introspeksi dan perubahan positif dalam pengelolaan MTZM untuk kebaikan bersama.

  43. Menurut saya, Penyalah gunaan wewenang seharusnya tidak diterapkan di lingkungan keagamaan, sama halnya dengan Majelis juga sangat berpengaruh di lingkungan masyarakat, jadi dari cerita di atas kita tau bahwa semua agama itu benar adanya tidak ada yang jelek maupun yang bagus.

  44. Kita sebagai umat muslim haruslah berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan, apalagi tindakan yang kita lakukan ini juga belum tau dapat memberi dampak yang positif atau negatif kepada orang tersebut. Sebelum melakukan tindakan, kita juga harus bisa menyaring mana informasi yang benar dan yang salah, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau fitnah.

  45. Majlis ta’lim yang seharusnya menjadi tempat bermanfaat bagi orang di dalam dan sekitarnya haruslah kita terapkan. Agar menjadi contoh betapa indahnya Islam yang rahmatan lil alamin.

  46. Menurut saya Tujuan utama terbentuknya majelis taklim itu untuk menyebarkan dakwah Islam dan menyelamatkan umat dari keterpurukan, apalagi majelis taklim telah berkembang pesat di Indonesia. Dan jangan melakukan hal hal yang yang buruk tanpa memikirkan nasib orang lain, seperti yang dialami mas wahyu.

  47. Menurut saya, ketika melakukan tindakan harus bermanfaat yang tidak akan memicu konflik, jadi berfikirlah dulu sebelum bertindak dan harus mengajar kan ajaran islam yang bermanfaat bagi masyarakat bukan malah merugikan masyarakat.

  48. Menurut saya dengan Kasus tersebut mengajarkan kita semua bahwa kritik dan balas dendam merupakan perbuatan ya sama-sama tidak disukai banyak masyarakat oleh itu kita harus bisa menghargai dengan sesama manusia harus baik kepada masyarakat sekitar kita karena kita diajarkan dengan berbuat baik kepada semua orang

  49. Kasus Majelis Taklim Albusyro terhadap Wahyu merupakan kasus yang penting untuk dikaji. Kasus ini menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia masih rentan terhadap ancaman. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masyarakat perlu terus memperjuangkan kebebasan berpendapat di Indonesia.

  50. Majelis ta’lim itu seharusnya lebih terfokus kepada kegiatan keagamaan saja. tetapi mengapa melakukan monopoli terhadap bisnis orang lain? Bagaimana bisa seorang pimpinan majelis ta’lim membunuh bisnis Wahyu yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga-keluarganya, hal itu tidak mencerminkan sikap dari seorang pemuka agama dan sangat merugikan orang lain. sebagai pemuka agama seharusnya beliau memberi contoh kebaikan kepada orang lain.

  51. Menurut saya, ketika melakukan tindakan harus bermanfaat yang tidak akan memicu konflik, jadi berfikirlah dulu sebelum bertindak dan harus mengajar kan ajaran islam yang bermanfaat bagi masyarakat bukan malah merugikan masyarakat.
    Semoga kedepannya keadilan lebih baik dan penting dalam menciptakan ruang dialog penyelesaian yang adil.

  52. lebih baik pihak wahyu juga melaporkan atas tindakan salah satu pihak yg merugikan dirinya kepada pihak yang berwajib dengan adanya bukti-bukti sehingga tidak terjadinya fitnah. Seharusnya pemuka itu memberi contoh yang baik bukan malah bukannya malah melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

  53. Allah tidak akan keliru dalam memberikan rezeki kepada setiap hambanya. Yakinlah, kebohongan bisa tertutupi dihadapan manusia namun, kebohongan dihadapan allah tak dapat dielakkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini