TANGERANG (eksplore.co.id) – Menginjak di usia yang kedua, Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI atau Pusat Inkubator Kewirausahaan dan Bisnis Muhammadiyah) akan fokus pada bagaimana menciptakan usaha dan produksi jasa yang mengandalkan pada softskill (kemampuan nonteknis).

Model inkubasi yang dikembangkan MCEBI berbasis Society 5.0 yaitu bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam berbisnis dengan cara yang lebih cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan. Hal itu diungkapkan Ketua MCEBI Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) Dr Endang Rudiatin pada acara pengukuhan Pengurus MCEBI periode 2023-2025 dan Klinik Bisnis Studentpreneurship di kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Rabu (28/2/2024).

‘’MCEBI mendapatkan model pengembangan inkubasi bisnis dan kewirausahaan melalui elaborasi soft skill untuk menghasilkan produk jasa dengan penggunaan IT dan AI (artificial inteligence), seperti fintech dalam transaksi, pengolahan data bisnis, analisis pasar, ataupun manajemen risiko dan sejenisnya,’’ kata Endang.

Hal itu juga sejalan dengan pesan Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian  Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Bambang Setiaji pada acara tersebut. Bambang berpesan secara daring, agar para studentpreneur tidak hanya menghasilkan produk-produk kuliner sebagaimana yang banyak di resto-resto melainkan mulai membangun usaha dengan pengembangan keilmuan yang didapatkan saat kuliah.

Endang menjelaskan, MCEBI berdiri atas inisiasi 29 PTMA yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB). Pertama kali diluncurkan pada 1 Februari 2022 dan atas dukungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga S Uno. Kini ada sebanyak 55 PTMA siap mendirikan inkubator bisnis dan studenpreneurship serta bergabung dalam MCEBI.

Secara berturut-turut tiap tahun Sandiaga memberikan coaching dalam kinik bisnis studentpreneurship yang diadakan MCEBI baik luring maupun daring. Ketika itu Sandiaga berpesan, agar berkembang dan maju, para wirausaha atau start up dalam mengawali usahanya perlu berinovasi dan kolaborasi.

Saat memberikan sambutan pada acara bertajuk Studentpreneurs In Facing Challenges and Opportunities In The Era of Society 5.0 itu, Rektor UMJ Prof Ma’mun Murod mengungkapkan, UMJ punya andil besar merintis MCEBI.

‘’Bahkan UMJ menjadikan kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib bagi para mahasiswa sebagai bentuk dukungan Universitas,’’ tuturnya. MEBI sendiri kini berkantor di lantai 3 Gedung Rektorat UMJ.

Acara itu dihadiri langsung Rektor Unimuda Sorong Dr. Rustamadji, M.Si., Rektor UM Berau Dr. H. Muhammad Bayu MM, serta Wakil Rektor III UMT Dr. Enawar, S.Pd, MM. Sebanyak 20 orang rektor PTMA anggota MCEBI  lainnya ikut hadir secara online.

Pengurus MCEBI periode 2023-2025 berasal dari 32 PTMA. Mereka dikukuhkan oleh Dr Paristiwanti Nurwardani MP, mewakili Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. Dia berpesan, MCEBI harus menjadi pionir untuk meningkatkan presentase jumlah wirausahawan. Masih sangat sedikit mahasiswa yang mau berwirausaha.

‘’Kami berharap mahasiswa jangan hanya menjadi follower tapi juga trendsetter, melalui MCEBI, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai job seeker, tapi juga menjadi job creator,’’ katanya.

Usai acara pengukuhan pengurus MCEBI, diadakan klinik bisnis dan bazar sebagai agenda tahunan. Klinik kali ini yang dipandu Endang Rudiatin, menghadirkan narasumber Prof Bambang Setiaji dan Ketua Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thayyiban (LPH-KHT) PP Muhammadiyah Prof Nadratuzzaman Hosen.

Pesertanya para mahasiswa calon wirausaha (studentpreneur) dari berbagai PTMA, termasuk lima studentpreneur terbaik peserta bootcamp Juli 2023 di Menoreh Yogyakarta. Kelimanya adalah Atikah Nur Azizah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Priska dari ITBM Bali, Sunarti dari UM Ponorogo, serta Muhammad Nur Akmal dan Abdul Rohman dari UM Kalimantan Timur sebagai pendatang baru di dunia bisnis jasa. Peserta klinik juga mengikuti Bootcamp 2024. Pengurus MCEBI mendampingi para studentpreneur melakukan sertifikasi produk dan mengikuti temu bisnis bersama eksportir.

Susunan Pengurus

Berikut susunan kepengurusannya. Ketua Majelis Diktilitbang sebagai Ketua Dewan Pembina, dengan anggota para rektor UM Jakarta, UM Yogyakarta, UM urakarta, dan UM Malang. Dicantumkan ara inisiator MCEBI meliputi para dekan FEB. Ketuanya Prof Rizal Yaya (UMY), dengan anggota: Dr. Naelati Tubastuvi, SE., NLSi.(UM Puwokerto), Aminudin, S.E., M.M., M.Si. (ITB Ahmad Dahlan), dan Yudha Mahrom DS, S.E., M.Si. (UM Palembang).

Sedangkan para pengurus MCEBI 2023-2025 meliputi:  Ketua Dr Endang Rudiatin MSi (UMJ), Wakil Ketua 1 Drs. Hendro Setyono,M.Sc UAD Yogya), dan Wakil Ketua 2 Atmi Saptarini MM (UM Pringsewu). Sekretaris Ana Nadiya Afinatul Fishi MTP (UM Bandung), Wakil Sekretaris 1 Usman Andrianto MM (UTM Jakarta), Wakil Sekretaris 2 Saipul Rahman MM (UM Tangerang). Bendahara Dessy Iriani Putri MSi (UMJ), Wakil Bendahara  Anne Mumtaza Putri MSi (Instekmu).

Kepengurusan juga dilengkapi Divisi: Database  Organisasi, Pengembangan Program, Program  Kerjasama, dan IT  Digitalisasi Bisnis. Ada pula Koordinator Wilayah (Barat, Tengah, Timur) dan Pendamping. (bS)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini