GEDUNG DPR pekan lalu (25/11) tersenyum indah. Gegaranya, ada dua pihak berkonflik yang saling memaafkan. Bahkan dari ruang fraksi PDIP, tempat maaf-maafan itu, terdengar lagu hymne guru. Suaranya penuh perasaan. Lagu itu ternyata bagian dari acara indah tersebut.

Mereka yang berkonflik adalah Arteria Dahlan (anggota DPR RI) serta orang tuanya Ibu Wasniar Wahab (guru) versus Anggiat Pasaribu (yang didampingi pengacara dan keluarganya). Mereka saling memaafkan atas kasus yang menghebohkan publik di Bandara Soetta, Minggu (21/11/021) lalu.

Pertengkaran tersebut sempat viral dan jadi trending topik di sosmed. Ini karena Anggiat dalam pernyataannya mengait-ngaitkan seseorang yang konon perwira tinggi militer berbintang tiga untuk “menohok” Arteria dan ibunya. Dampaknya Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ikut “berbicara” di podium.

Masalah pun ‘”membesar”. Ini karena orang yang dibuli Anggiat “Rindu” Pasaribu adalah Arteria Dahlan, anggota Komisi III (Komisi Hukum) DPR RI. Anggiat mungkin baru sadar kesalahannya setelah sampai di rumah dan berkonsultasi dengan “kenalannya” — Hasan Husaeri Lubis, politisi PPP, teman akrab Arteria Dahlan di Komosi III DPR RI (sebelum periode 2019-2024).

Kepada Anggiat, Hasan menyatakan: “Kamu jangan berurusan dan bertengkar dengan anggota DPR Komisi III. Kamu akan jadi arang. Komisi III itu mitranya adalah Polri, Kejaksaan, dan Kehakiman. Kamu siapa?”.
Jadi apa bang solusinya, tanya Anggiat.

“Kau cabut laporanmu di kepolisian. Lalu kau datang ke kantor Bapak Arteria Dahlan di Senayan untuk minta maaf,” saran Hasan. Pihak Anggiat pun menurut. Dengan mediasi Hasan, maaf-maafan dua pihak yang berkonflik itu pun terjadi. Hasilnya? Masalah selesai. Itulah indahnya maaf-maafan.

Nabi Muhammad menyatakan, Al insaanu makhallul khotho wannisyaan (manusia itu tempatnya salah dan lupa). Dengan menyadari dua hal yang sering muncul pada manusia itu, Nabi Muhammad kemudian terkenal sebagai pribadi yang sabar; mau mendengar; mau memahami pikiran orang lain; lalu menyadarkan kesalahan manusia dengan lembut.

Sifat lemah lembut, mudah memaafkan, bersikap jujur dan adil membawa Nabi Muhammad mendapat julukan Al-Amin dari kaum Quraisy Mekah. Julukan Al-Amin dari kaum Quraish Mekah disematkan kepada Muhammad saat masih muda, sebelum mendapat wahyu. Gelar Al-Amin secara historis berarti Nabi Muhammad memang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi Nabi dan Rasul.

Lalu, apa tugas Muhammad sebagai Rasul? Nabi Muhammad menyatakan bahwa tugas beliau sebagai Rasul adalah untuk memperbaiki akhlak manusia (li utammima makaarimal akhlak). Tugas memperbaiki akhlak manusia itu akan menghasilkan rahmat bagi alam semesta. Itulah sebabnya Allah berfirman: wa maa arsal naaka Illa rahmatan lil alamin. Artinya, tidaklah Aku mengutusmu Muhammad, kecuali untuk memberi rahmat pada alam semesta. Rahmat adalah cinta. Cinta altruis yang bersifat universal.

Kembali kepada kata maaf. Maaf adalah sebuah kata “processing cinta” yang dapat melepas semua persoalan. Dengan kata maaf, baik dari pelaku maupun korban dalam sebuah konflik, para pihak akan adem hatinya. Bila hatinya adem, solusi masalah antar pihak yang win win solution akan terbuka.

Dampak kata maaf, luar biasa. Seperti terjadi pada konflik Arteria versus Anggiat, setelah saling memaafkan — persoalan pun selesai. Kata maaf memang tidak mudah diucapkan. Tapi bila itu dilakukan, niscaya manusia akan merasakan manisnya.

Betul, memaafkan sekaligus melupakan kesalahan orang lain yang telah menyakiti hati, tidak mudah. Sebagai manusia biasa, kita pasti tidak dapat melupakan kesalahan orang lain begitu saja. Namun demikian, hal tersebut sangat tidak dibenarkan dalam Islam. Sebagai umat muslim, kita harus senantiasa belajar memaafkan sesama dengan ikhlas.

Nabi Muhammad bersabda: “Barang siapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya. Apakah ia berada di pihak yang benar atau kah di pihak yang salah. Ketahuilah, orang yang mudah memaafkan sesamanya akan berada di telaga surga kelak di akhirat.”


*penulis, Dr. Ir Indra Iskandar adalah
Setjen DPR RI

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini