Jakarta, (Eksplore.co.id) Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat memaparkan aset keuangan syariah yang terdiri dari pasar modal syariah sebesar Rp1.137 triliun, perbankan syariah Rp631 triliun, serta industri keuangan non bank (IKNB) syariah sebesar Rp116 triliun. Dengan demikian total aset keuangan syariah telah mencapai Rp1.885,65 triliun per Juni 2021.

“Dengan demikian ada peningkatan yang signifikan apabila di bandingkan degan 2017,”ucapnya di Islamic Finance Summit 2021, Rabu (30/9) kemarin.

Kemudian Teguh juga menambahkan, Industri Jasa Keuangan Syariah selam ini salurkan pembiayaan Rp434 T. Ia menjabarkan aset keuangan syariah terus meningkat sejak 2017 hingga saat ini pertengahan 2021. Peningkatan aset terjadi di setiap kelompok jasa keuangan.

Rinciannya, aset pasar modal syariah tercatat sebesar Rp595 triliun pada 2017, sebesar Rp702 triliun pada 2018, sebesar Rp824 triliun pada 2019, dan Rp1.076 triliun pada 2020.

Begitu juga dengan aset IKNB syariah. Tercatat, angkanya sebesar Rp99 triliun pada 2018, sebesar Rp105 triliun pada 2019, dan sebesar Rp116 pada 2020.

Selanjutnya, aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp435 triliun pada 2017. Lalu, naik menjadi Rp489 triliun pada 2018, naik lagi pada 2019 menjadi Rp538 triliun, dan Rp 608 triliun pada 2020.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini