Oleh: H. Zalman Zaunit, S.Sos*

INDONESIA saat ini sedang menuju usia emasnya. Peran serta, kolaborasi, dan sinergi semua pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan seluruh komponen masyarakat sudah barang tentu sangat diharapkan bagi hadirnya bonus demografi yang kemudian tidak justru menjadi beban, tapi memberikan dampak positif nyata bagi kemajuan Indonesia.

Kota Pariaman di bawah kepemimpinan Genius Umar sebagai Walikota sangat serius dan sungguh-sungguh dalam menyiapkan generasi muda millenial memiliki penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program Pariaman Cerdas sebagai program unggulan dari Baznas Kota Pariaman.

Kita ketahui, bonus demografi merupakan suatu keadaan dimana penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah berkisar antara 15 hingga 64 tahun. Secara total nadional, negara kita saat ini memiliki sebanyak 84,4 juta penduduknya adalah anak-anak yang berada dibawah umur 18 tahun. Untuk Kota Pariaman belum diketahui data yang pasti berapa jumlah mereka, dari hampir seratus ribu jumlah penduduk kota.

Yang pasti, anak-anak tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas Tahun 2045. Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita dan impian besar bersama untuk mencapai Indonesia sebagai bangsa yang maju, mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan berbagai persoalan mendasar sebagai sebuah bangsa. Hal ini mesti dimulai dari kota/kabupaten sebagai basis penduduk di suatu wilayah.

Sementara itu, pilar untuk mewujudkan Indonesia 2045, antara lain: Pembangunan Manusia dan Penguasaan IPTEK, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Pemerataan Pembangunan, dan Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan.

Tentu kita sadari, seiring pertumbuhan usia bangsa kita, aneka tantangan dihadapi bangsa Indonesia. Sehingga, perlu adanya strategi efektif dalam menyiapkan manusia Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045, salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak daerah. Problem pendidikan adalah salah satu problem substansial yang ada di negeri ini. Persoalan pendidikan ini harus mendapatkan perhatian khusus karena pendidikan merupakan garda depan dan investasi kemajuan suatu Negara.

HAL ini sejalan dengan 4 pilar visi Indonesia 2045 poin ke-1, pembangunan manusia serta penguasaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi, tentunya pembangunan manusia berangkat dari bidang pendidikan.

Baznas Kota Pariaman telah melakukan langkah nyata dengan pemberian beasiswa untuk siswa berprestasi ataupun siswa yang terkendala keadaan ekonomi keluarga, sehingga tidak ada lagi alasan bagi generasi muda Pariaman untuk tidak bersekolah. Adanya beasiswa ini diharapkan untuk generasi muda Pariaman agar berlomba-lomba meningkatkan kualitas dirinya terutama dalam hal pendidikan.

Selain itu, kemudahan untuk mengenyam pendidikan ini juga diharapkan menjadi langkah pasti bagi terwujudnya generasi emas Indonesia. Generasi muda dikenal sebagai agen of change. Segala kemajuan bangsa di masa yang akan datang ada ditangan generasi muda. Penyediaan akses pendidikan ini menjadi salah satu titik terang bagi cita-cita bangsa Indonesia yang menjadikan Indonesia emas ditahun 2045.

Bantuan beasiswa mahasiswa regular untuk program Pariaman Cerdas. Baznas Pariaman telah menggelontorkan dana sebesar Rp.377 juta. Pemerintah Kota Pariaman juga memberikan subsidi kepada provinsi, agar anak-anak SMA/SMK yang ada di Kota Pariaman juga bisa gratis untuk biaya sekolahnya, walaupun mereka tinggal di kabupaten tapi mereka sekolah di Kota Pariaman, mereka juga akan mendapatkan sekolah gratis tersebut. Pemkot Pariaman sungguh-sungguh dalam mensejahterakan masyarakat dibidang pendidikan, yang selama ini sudah berjalan yaitu program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja).

Diharapkan di setiap keluarga yang ada di Kota Pariaman ini, anak-anak mereka harus ada yang jadi sarjana, dan bagi keluarga yang tidak mampu, biaya kuliah anaknya akan ditanggung oleh Pemkot Pariaman, dengan tujuan agar mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas, sehingga nantinya bisa menjadi agen perubahan di masyarakat bahkan kelak kemudian pemimpin kota ini mrnjadi lebih baik lagi. Lebih jauh, bahkan mereka juga bisa menjadi pemimpin bangsa ini, asal mereka mau belajar secara sungguh-sungguh untuk masa depan mereka yang lebih baik. Kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan di atas melalui program Pariaman Cerdas diharapkan mampu menghadirkan generasi muda Pariaman yang bermutu yang mampu secara kreatif dan inovatif, berpikir tingkat tinggi, berkarakter baik, religius, tahu dan segan terhadap bumi pertiwi, dan memiliki rasa cinta membangun kampung halaman serta jiwa patriotisme terhadap bangsanya sendiri, yang artinya dapat mengombinasikan intelektual, emosional dan spiritual untuk kemudian dapat menjadi solusi atas masalah dan tantangan baik yang dihadapi oleh Kota Pariaman, Propinsi Sumatera Barat maupun Indonesia secara nasional.

Semoga, hadirnya generasi emas yang berkualitas melalui Pariaman Cerdas diharapkan mampu memegang dan mengambil kendali terhadap segala permasalahan yang ada di Indonesia serta menjadi tanda keberhasilan pendidikan Indonesia. Cita-cita ini tidak akan terwujud tanpa adanya penyiapan pendidikan yang berkualitas bagi anak bangsa. Diharapkan, kelak sumberdaya manusia unggul yang melimpah muncul dari Pariaman. Tentunya akan menjadi modal besar untuk keberhasilan mencerdaskan Pariaman, Sumatera Barat, dan bangsa Indonesia.

Bertolak dari survei tahun 2019 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, angka putus kuliah menunjukkan tingkat mahasiswa putus kuliah di suatu perguruan tinggi. Mahasiswa putus kuliah terdiri dari mahasiswa dengan jenis keluar dikeluarkan, putus sekolah dan mengundurkan diri. Persentase angka putus kuliah di Indonesia tahun 2019 sebesar 7% (602.208) dari total mahasiswa terdaftar (8.483.213), angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 8%. Kasus mahasiswa putus kuliah jangan sampai dialami atau terjadi oleh peserta didik asal Pariaman. Ini harus diantisipasi sejak dini dan akan menjadi fokus perhatian kami.

Seperti yang diketahui bahwa mahasiswa milenial saat ini akan berada pada puncak usia produktif pada 2045 mendatang. Lebih lanjut skor Program Penilaian Pelajar Indonesia (PISA) pada tahun 2018 berada dalam kategori low performer pada tiga subjek, literasi, matematika dan sains. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan capaian Negara-negara tetangga. Artinya, kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia belum optimal. Ini harus menjadi perhatian bersama. Bersama Pemerintah Kota, Baznas Pariaman konsen dalam upaya mendongkrak kualitas pendidikan bagi generasi muda Pariaman.

Penulis menyadari, pendidikan merupakan sebuah proses untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, mampu berpikir secara saintifik dan filosofis tetapi juga mampu mengembangkan spiritualnya. Tantangan pendidikan berkualitas, tidak saja dari sisi pendidik yang dituntut untuk lebih kreatif, inovatif, dan inspiratif dalam mendesain kegiatan pembelajaran yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia Tahun 2045, tapi juga akses pendidikan berkualitas bagi semua generasi muda kita menjadi sangat penting dan perlu.

Peran pendidikan dalam mempersiapkan generasi emas 2045 sangat penting. Target yang dicanangkan pemerintah berupa munculnya generasi emas Indonesia dalam sepuluh atau dua puluh tahun kedepan semoga dapat kita capai.

Pariaman Cerdas untuk Indonesia Emas, insya Allah bisa!

*H. Zalman Zaunit, S.Sos adalah Ketua BAZNAS Kota Pariaman, Sumatera Barat

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini