JAKARTA, (Eksplore.co.id) Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan dinilai meresahkan, khususnya dunia pendidikan. Rektor Universitas Krisnadwipayana Dr. Ir Ayub Muktiono M.SIP. CIQar dalam keterangan tertulisnya, menyatakan, bahwa PP tersebut telah menghilangkan Pancasila sebagai materi dan muatan wajib kurikulum mulai dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Hal itu tertuang dalam pasal 40 ayat 2 dan 3 yang menyebutkan, kurikulum pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi hanya wajib memuat pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa.

“Pendidikan, baik pada tingkat dasar dan menengah maupun tinggi, berkepentingan dengan pengembangan karakter, etika dan integritas pada anak didik. Pancasila menempati posisi penting, mengandung konten yang kaya dan secara historis bermakna dalam memberi sumbangan pembentukan imaginasi negara bangsa modern karena Pancasila adalah nilai moral dan basis pendidikan kewarnegaraan,”ujarnya.

Lebih jauh rektor menambahkan, sejak kepemimpiannya salah satu program utama yang sangat ingin dikembangkan adalah pembentukan karakter keIndonesiaan bagi para mahasiswa UNKRIS, untuk itu pada tanggal 24 November 2020, UNKRIS membentuk lembaga baru yaitu Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) dan mengangkat Dr Susetya Herawati ST, M.Si sebagai kepala lembaga untuk menjalankan program yang digagasnya tersebut.

Selama ini UNKRIS dikenal sebagai perguruan tinggi yang mendidik para mahasiswa, maka sangat penting selain pendidikan intektual, juga pendidikan karakter dilaksanakan di UNKRIS. Pendidikan adalah bagian dari kebudayaan, nilai – nilai yang dapat diajarkan oleh perguruan tinggi kepada mahasiswanya sebagai calon intektual diantaranya disiplin, jujur, tanggungjawab, nasionalisme, gotong royong, kemadirian, kemaritiman, kewirausahaan (berinisiatif, berani,mencoba, penggagas), spirit kepanduan dll yang kemudian disiapkan dalam kurikulum MKDU ( mata kuliah dasar umum) merupakan nilai, dan nilai ini adalah “genus” dari berbagai ragam spesies, yang diajarkan kemudian adalah berupa kebijakan, pengetahuan,dan ilmu pengetahuan serta teknikalitas tertentu.

“Di perguruan tinggi mahasiswa tidak cukup mempelajari ilmu pengetahuan saja, tetapi juga kearifan (wisdom), orang yang lulus dari perguruan tinggi diharapkan menjadi orang yang arif atau bijaksana bukan hanya menjadi men of science. Sehingga Pancasila menjadi suatu keniscayaan dalam mewujudkan manusia yang adil dan beradab,”ucap Rektor UNKRIS

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini