Oleh Sri Darsini.S.Pd*

Strategi Survivalitas Pelaku UMKM Tekstil Kusuma Style di Tengah Pandemi Covid-19

(Studi Kasus di Desa Ngreco, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, 14 Agustus 2021)

ADANYA pandemi virus covid-19 memberikan dampak yang luar biasa bagi perekonomian di Indonesia, salah satunya adalah para pelaku UMKM. Salah satunya adalah UMKM Tekstil.

Bagaimana tidak, orang-orang yang biasanya order untuk menjahitkan seragam dari salah satu instansi, kerjasama dalam pembuatan gamis,kemeja dan lain sebagainya menjadi menurun secara signifikan.

Dalam artikel ini penulis berupaya mengungkapkan tentang survivalitas/strategi apa saja yang dilakukan oleh salah satu pengusaha UMKM Tekstil Kusuma Style (Tekstil di Desa Ngreco) dalam mempertahankan usahanya dalam menghadapi era covid-19. Penulis juga berusaha menjelaskan tinjauan sosiologis dari strategi mempertahankan usaha tersebut menggunakan Teori Modal Sosial Putman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tekstil Kusuma Style terjadi penurunan pendapatan selama pandemi. Penurunan tersebut bahkan mencapai sebesar 75%. Strategi Kusuma Style dalam mempertahankan usahanya selama masa pandemi adalah dengan cara tetap mempertahankan adanya orderan yang masuk walaupun tidak sebesar dan sebanyak sebelum masa pandemi.

Pada masa pandemi ini Kusuma Style dipercaya dalam membuat masker (salah satu barang yang menjadi kebutuhan Vital saat pandemi) oleh Akpol (Akademi Kepolisan). Sekali berproduksi bisa mencapai 5.000 buah masker. Adanya LPK Kusuma juga menjadi sumbangsih dalam pertahanan Kusuma Style di masa pandemi. LPK Kusuma disinergikan dengan Kusuma Style. Caranya adalah dengan penghasilan dari LPK Kusuma dari orang-orang yang berkursus untuk mendapatkan keterampilan kemudian hasilnya diputarkan sebagai modal usaha dalam pengelolaan Kusuma Style.

Dari satu lokasi yang peneliti temui, terdapat LPK Kusuma, Kusuma Style, dan Toko Brilliant. Toko tersebut adalah salah satu sarana untuk memasarkan hasil karya LPK Kusuma maupun Kusuma Style.

Analisis Teori Modal Sosial Putnam yang menjelaskan bahwa modal sosial yang berwujud norma-norma dan jaringan keterkaitan merupakan prakondisi bagi perkembangan ekonomi. Hasil penelitian apabila dikaitkan dengan Teori Modal Sosial Putman adalah bahwa adanya sinergi antar pihak dalam mengatasi adanya pertahanan para pelaku UMKM. Pemerintah turut aktif dalam mempertahankan UMKM Tekstil Kusuma Style walaupun caranya adalah secara tidak langsung akan tetapi melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan yang diberikan kepada LPK untuk kursus secara gratis bagi masyarakat yang tidak mampu atau mengangur.

Pemberian bantuan kepada LPK tersebut secara tidak langsung memberi pemasukan bagi LPK Kusuma sebagai pengelola LPK yang mana kemudian dari hasil orang-orang yang mengikuti kursus yang di biayai pemerintah tersebut digunakan pemilik LPK sebagai modal untuk menjalankan dan mempertahankan usaha di Kusuma Style.

DAFTAR PUSTAKA

Putnam, Robert (1993) “The Prosperous Community: Social Capital and Public Life,” The American Prospect,13 (Spring 1993): 35-42.

Permana.S.Hendra. 2017. Strategi Peningkatan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Di Indonesia. Jakarta. Hal. 97

Sugiyono. 2010. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Suyanto,B &Narwoko, D. 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta : Prenada. Media.

*penulis Sri Darsini.S.Pd, S1 Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS 2008, guru Pelajaran Sosiologi Di SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini